BOGOR, CEKLISSATU.COM - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim melantik sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (30/6/2026).
Dedie Rachim mengatakan, dua jabatan yang baru diisi, yakni Kepala DLH dan Kasatpol PP, memiliki tantangan yang cukup besar karena berkaitan langsung dengan harapan masyarakat.
“Ada beberapa posisi penting yang hari ini diisi. Salah satunya Pak Pupung sebagai Kasatpol PP, Pak Rudi Mashudi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Pak Rudiyana sebagai Staf Ahli,” ujar Dedie Rachim usai pelantikan.
Baca Juga: Angkot Tua Masih Ditemukan Beroperasi di Kota Bogor, Dedie Rachim Minta Dishub Bertindak Tegas
Dedie Rachim menyebut, 2 pejabat yang baru memiliki tantangam besar.
“Untuk dua jabatan, yaitu Kadis LH dan Kasatpol PP, tantangannya sangat besar. Saya berharap banyak kepada beliau-beliau. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud melalui kepemimpinan para kepala dinas yang baru saja dilantik,” katanya.
Menurut Dedie, salah satu tantangan terbesar bagi Satpol PP adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) serta menjaga ketertiban di sejumlah ruang publik Kota Bogor.
Baca Juga: Bupati Bogor Lakukan Rotasi dan Mutasi 32 ASN, Siapkan Open Bidding hingga Eselon IV
Dia menambahkan, masyarakat memiliki harapan besar terhadap penanganan PKL dan penataan ketertiban, terutama di alun-alun, Sempur, Taman Heulang, serta berbagai titik lainnya di Kota Bogor.
“Pak Pupung sebelumnya sudah beberapa bulan menjabat sebagai Plt Kasatpol PP. Setelah resmi dilantik, saya berharap beliau dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memanfaatkan kewenangan yang dimiliki,” ujarnya.
“Saya juga berharap banyak kepada beliau,” lanjutnya.
Baca Juga: Dugaan Penggadaian SK ASN Satpol PP oleh Atasannya, Sekda: ini Murni Urusan Pribadi
Selain Satpol PP, Dedie juga menaruh perhatian terhadap Dinas Lingkungan Hidup, khususnya dalam pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Listrik (PSL).
“Program ini sudah dirintis oleh Pak Deni Wismanto dan sekarang harus dilanjutkan. Bulan Juli nanti akan memasuki tahap konstruksi, diawali dengan groundbreaking. Proses pembangunannya akan berlangsung sekitar enam bulan sehingga harus benar-benar dikawal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Baca Juga: Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
Dedie menyebut, persiapan masyarakat Bogor dalam melakukan pemilahan sampah dari hulu juga menjadi tugas berat.
Sampah yang nantinya masuk ke fasilitas pengolahan menjadi energi listrik tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
“Ini bukan pekerjaan mudah dan saya berharap Pak Rudi Mashudi mampu menjalankannya dengan baik,” katanya.
Terkait sejumlah jabatan yang masih kosong, Dedie menjelaskan bahwa proses pengisian masih menunggu hasil uji kompetensi dan rekomendasi dari pemerintah pusat.
“Saat ini masih dalam proses uji kompetensi. Sebenarnya ingin dilantik bersamaan, tetapi karena ada urgensi pada jabatan Satpol PP dan DLH, maka tidak bisa menunggu. Mudah-mudahan satu hingga dua minggu lagi selesai,” ujarnya.
Ia memastikan jabatan yang masih kosong akan segera diisi setelah rekomendasi diterbitkan.
“Tinggal menunggu rekomendasi saja. Nanti akan ada pelantikan lagi untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong,” ucap Dedie Rachim.
Sementara itu, selama proses tersebut berlangsung, jabatan yang belum terisi akan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt).
“Sementara diisi Plt dulu. Paling hanya beberapa minggu atau sekitar satu bulan. Tidak lama,” pungkas Dedie.
Comment