BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menyiapkan langkah besar untuk meremajakan armada truk sampah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Warga menyoroti kondisi armada truk sampah yang dinilai sudah tidak layak, dan berpotensi mencemari lingkungan akibat tetesan air lindi di sepanjang perjalanan.
Kepala DLH Kota Bogor, Denni Wismanto menjawab kekhawatiran masyarakat terkait proses pengangkutan sampah dari Kota Bogor menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga maupun Kayumanis.
Menurut Denni, pembenahan sistem pengangkutan sampah menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi pengolahan sampah modern yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Bogor bersama pihak mitra.
“Ke depan truk sampah tidak boleh menetes dan harus tertutup. Itu menjadi bagian dari sistem yang akan kita benahi secara bertahap,” ujar Denni, Selasa (26/5/2026).
Ia mengakui, sebagian besar armada truk sampah milik DLH Kota Bogor memang sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan segera.
Saat ini, sekitar 120 armada truk sampah masih beroperasi setiap hari melayani pengangkutan di Kota Bogor, dan hampir 50 persen di antaranya sudah waktunya diperbarui.
Denni menegaskan, peremajaan armada akan dilakukan bertahap dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Pemerintah Kota Bogor juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain apabila belum mampu melakukan pengadaan armada baru secara langsung.
“Tidak mungkin kita melihat negara lain maju sementara truk sampah kita masih doyong terus. Ini jadi perhatian serius bagi kami,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Pembangunan PSEL, Targetkan Operasi Awal 2028
Menariknya, DLH Kota Bogor juga mulai mengarah pada konsep pengelolaan sampah berbasis energi ramah lingkungan.
Denni mengungkapkan, adanya peluang penggunaan truk listrik yang terintegrasi dengan sistem waste to energy dalam pengolahan sampah.
Konsep tersebut memungkinkan sampah diolah menjadi energi listrik, kemudian energi itu dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional armada pengangkut sampah berbasis listrik.
“Kalau nanti truknya sudah menggunakan energi listrik, selesai buang sampah bisa langsung di-charge dan bekerja lagi. Jadi ada sistem circular dalam penanganan sampah,” tutupnya.
Comment