BOGOR, CEKLISSATU.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mendorong petani muda untuk terus berinovasi dan mengembangkan pertanian produktif meski dengan lahan terbatas. 

Hal itu dikatakan Jenal Mutaqin saat menghadiri peringatan HUT ke-39 Pemuda Tani Indonesia, ia menegaskan bahwa semangat petani muda menjadi kunci kemandirian pangan bangsa. 

Jenal juga mengungkapkan rasa terima kasihnya karena peringatan Pemuda tani di Bogor dihadiri langsung Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia G. Budisatrio Djiwandono.

Baca Juga: Kementan Dorong Petani Muda di Daerah Manfaatkan Program KUR

"Saya ingin menyampaikan bahwa dengan hadirnya Pemuda Tani di Bogor Raya, baik di kota maupun kabupaten, petanilah yang sesungguhnya menjadi pendiri sekaligus pilar utama dalam kehidupan bangsa dan negara,” ujar Jenal di Griya Bogor Raya, Katulampa, Kota Bogor, Selasa (28/10/2025).

Lebih lanjut, Jenal menuturkan, bahwa perjalanan hidupnya sendiri menjadi bukti nyata pentingnya peran petani. 

Ia menceritakan, bahwa dirinya yang dulu berasal dari keluarga sederhana, bahkan pernah bekerja sebagai security, dapat mencapai posisi Wakil Wali Kota Bogor berkat jerih payah orang tuanya yang seorang petani.

Baca Juga: Krisis Generasi Petani Muda, Kemenko PMK: Tantangan Ciptakan Kedaulatan Pangan

"Contoh saya dulu adalah security bisa dinafkahi oleh orang tua yang seorang petani dan bisa menjadi anggota dewan dan hari ini menjadi Wakil Wali Kota berkat dari jeripayah petani," ungkapnya.

Jenal juga mendorong para petani muda untuk terus berinovasi dan melakukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan pertanian modern.

"Petani milenial harus berani melakukan ekspor dan menciptakan inovasi. Pertanian tidak harus bergantung pada lahan luas, bisa dimulai dari halaman rumah, pekarangan, atau dengan konsep urban farming," katanya.

Baca Juga: Amelia Gagas Kebun Sorgum di Jasinga, Bangkitkan Semangat Petani Muda

Selain itu, Jenal mengungkapkan keinginannya untuk mengubah konsep taman-taman kota di Bogor agar tidak hanya hijau, tetapi juga produktif.

"Saya ingin mengubah taman-taman kota menjadi taman yang menghasilkan buah-buahan bernilai ekonomi, seperti sukun dan talas, yang juga menjadi kearifan lokal pertanian Kota Bogor," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga menyampaikan apresiasinya kepada DPR RI yang telah memberikan berbagai bentuk bantuan untuk sektor pertanian di Kota Bogor.

Baca Juga: Tekan Stunting, Urban Farming RPTRA Distribusikan Tanaman Produktif

“Alhamdulillah, Pemkot Bogor hampir setiap tahun menerima bantuan sekitar Rp20 miliar dari DPR RI melalui Kementerian Pertanian, berupa program Garasintan, alat pertanian, dan bibit. 

"Meskipun lahan pertanian di Kota Bogor hanya tersisa sekitar 58 hektare, semangat masyarakatnya luar biasa," jelasnya.

"Saat ini Kota Bogor memiliki banyak kelompok tani, bahkan termasuk yang terbanyak di Jawa Barat, padahal wilayah kami terbilang kecil," pungkasnya.