BOGOR, CEKLISSATU - Walikota Bogor, Bima Arya menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Hotel Swiss Bell In, Kota Bogor pada Jumat 4 November 2022. Keduanya membahas terkait relokasi warga yang tinggal di zona rawan bencana. 

Bima Arya berharap hunian warga terdampak maupun terancam bencana tanah longsor dapat dibangun tahun depan. 

"Kami (Pemkot Bogor) ingin tahun depan sudah mulai dibangun," kata Bima kepada Ceklissatu.com

Bima menjelaskan, Pemkot Bogor saat ini masih terus berkoordinasi untuk merealisasikan rencana tersebut. 

Baca Juga : Pengungsi Terdampak Longsor di Gang Barjo Akan Tinggal Dikontrakan

Bima menyatakan telah menyediakan area lahan untuk relokasi, seperti di wilayah Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, wilayah Tanah Sareal, dan di wilayah Cimahpar Bogor Utara

"Ada tiga area sudah siap dan tinggal dibangun. Tinggal anggarannya kita carikan dari mana. Kita koordinasi dengan Komisi VIII untuk dibantu koordinasinya. Kami juga akan komunikasikan Kemenko, KemenPUPR dan gubernur agar dilakukan akselerasi," Jelas Bima

Bima memastikan, Pemkot sendiri terus menerima masukan-masukan terkait penanganan bencana jangka panjang sehingga menjadi acuan Pemkot Bogor menanggapi bencana alam yang sering terjadi.

"Sistem itu sudah berjalan. Cuma persoalan utamanya adalah lahan yang labil dan warga yang tinggal di daerah terlarang. Kita fokus ke situ tadi. Saya sudah laporkan ada 1.000 daerah hitam. 1.000 rumah yang kategori hitam segera dipindahkan dan lahan yang ada. Kalau sistem sih sudah siap kalau kita," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka menyebut, bahwa pengembangan wilayah relokasi menjadi program yang menarik ketika berhasil dilaksanakan. 

Bahkan menurutnya, Kota Bogor bisa menjadi salah satu pilot project untuk hal tersebut.

"Kota Bogor itu walaupun 6 kecamatan sangat padat penduduknya. Jadi, kalau ada titik bencana konsekuensinya sekian nyawa terancam. Nah, kalau Bogor ini bisa menjadi satu pilot project bagaimana pengembangan pemukiman hasil relokasi saya pikir ini menjadi penting dan menarik," kata Diah 

Ia menjelaskan, rencana relokasi bagi warga yang tinggal di daerah bencana bisa ditiru oleh wilayah lain.

"Termasuk di wilayah lain bisa ditiru. Biasanya pengembangan ini kan telah terjadi bencana. Nah, di bogor ini pengembangan sebelum terjadi bencana. Ditemukannya dari hasil mitigasi dan perlu ada relokasi," ungkapnya.

Diah menambahkan, pihaknya akan segera mendorong kementerian terkait untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kita berharap cepat merealisasikan dan kita akan cek juga," tambahnya