BOGOR,CEKLISSATU - Tingginya curah hujan menyebabkan para petani di kawasan Kecamatan Caringin mengalami gagal panen. Tanaman sayuran serta sejenisnya memberikan hasil yang tidak maksimal. Akibatnya harga sayur mayur mengalami kenaikan di pasaran.

Rohmatullah salah seorang tengkulak sayuran di wilayah mengaku kesulitan mendapatkan hasil panen untuk dibawa ke pasar. Tidak seperti ketika cuaca normal hasil panen begitu melimpah, terkadang didapat dengan harga yang cukup murah.

"Kalau musim hujan begini sayuran susah didapat, hasil bertani tidak maksimal, akibatnya harga menjadi mahal,"katanya, Rabu, 15 Juni 2020.

Baca Juga : Harga Cabai Semakin Pedas, Harga Sayuran Bikin Tak Sehat Kantong

Untuk harga Cabai Jablai di pasar Bogor dan sekitarnya, sambung dia, sudah tembus diangka 80 ribu rupiah per kilogramnya, dan untuk pasar Jakarta tidak menutup kemungkinan akan lebih mahal lagi.

"Harga sayuran memang sedang bagus, tapi kalau barangnya tidak ada yah sama saja, kadang penghasilan juga malah turun,"beber dia.

Mahalnya harga sayur mayur dan bumbu, membuat beberapa menu harian yang biasa disajikan ibu-ibu rumah tangga,  terpaksa harus ditunda dahulu, seperti pengakuan Lili warga Cigombong, untuk menu sambal harus dikurangi atau makanan yang bercitarasa pedaspun ikut di atur penyajiannya.

Baca Juga : Harga Cabai Merah di Bogor Makin Pedas, Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

"Harga cabainya mahal, terpaksa saja kalau biasanya sambal itu menjadi menu wajib, saat ini harus agak dikurangi, menjadi dua atau tiga kali saja dalam seminggu. Untuk menu rendang juga diganti dengan semur, yah se akal-akalnya kita aja,"ungkap dia.