JAKARTA, CEKLISSATU - Untuk menjadikan Jakarta yang lebih baik, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti pentingnya pendidikan, inovasi, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang profesional sebagai pilar utama transformasi Jakarta.

Ia menekankan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta. 

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 707.622 siswa dari keluarga kurang mampu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang kini mencakup jenjang S1 hingga S3, serta melakukan pemutihan ijazah yang tertahan.

Baca Juga: Beri Pendidikan Gratis, Pemkab Siapkan 127 Kuota untuk Sekolah Rakyat

"Ini untuk memperbaiki pendidikan yang ada di Jakarta. Karena dari warga yang tidak mampu, tidak mungkin kalau kemudian mereka tidak diberikan fasilitas ataupun kesempatan untuk belajar dengan baik," ujar Pramono, dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Bahkan, para penerima KJP kini mendapatkan fasilitas gratis untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata ikonik Jakarta seperti Monas, Ancol, Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya inovasi agar Jakarta tidak hanya mengandalkan pajak dan dividen sebagai sumber pendapatan daerah. Ia kemudian memperkenalkan inisiatif Jakarta Collaboration Fund untuk pembangunan Jakarta.

Baca Juga: Hadir di Taman Sari, Bang Azran Dukung Pelestarian Budaya Betawi  

"Mudah-mudahan akan membuat revenue Jakarta juga menjadi bertambah," ujarnya.

Tak hanya itu, Pramono juga mendorong beberapa perusahaan daerah di Jakarta untuk segera go public, di antaranya yakni Bank DKI Jakarta dan PAM Jaya. Pram juga berencana melakukan rebranding Bank DKI, mengingat Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota.

"Kenapa saya lakukan rebranding karena sebentar lagi Jakarta sudah tidak lagi menjadi ibu kota. Dan untuk itu saya berharap betul Bank Jakarta atau apapun namanya betul-betul bekerja profesional," kata Pramono Anung.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas, Pemkot dan Dewan Sinergi Berantas Korupsi

Pramono berharap, melalui berbagai inovasi yang dilakukannya, maka Jakarta memiliki peluang untuk bisa naik kelas menuju kota global.

Meski demikian, ia juga menyoroti permasalahan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini. Yakni sistem pemerintahan yang tidak terbuka dan transparan.

"Maka saya sebagai Gubernur, saya bilang di internal Balai Kota, sekarang semuanya harus transparan," kata dia.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP, Rudy Susmanto: Bukti Keseriusan Dalam Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Pramono berharap Jakarta nantinya akan menjadi "beranda ASEAN" dan pusat perekonomian setelah tidak lagi menjadi ibu kota.

"Harapan saya dengan Jakarta tidak menjadi ibu kota, bukan menjadi turun, malah naik," tandasnya.