BOGOR, CEKLISSATU - Pengabdian pada masyarakat merupakan suatu bentuk pengabdian dosen perguruan tinggi negeri dan swasta terhadap masyarakat dan merupakan salah satu bagian dari wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.  

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan bidang usaha yang banyak diminati. Menurut UUD 1945 yang dikuatkan oleh TAP MPR No. XIV/MPR-RI/1998 tentang Politik Ekonomi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah perlu diberdayakan sebagai bagian integral ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peran dan potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang berkembang.  

Di Indonesia, UMKM sudah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian. Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengatakan, kontribusi UMKM tercatat mencapai kisaran 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja.  

Salah satu strategi pemerintah agar mengembangkan sektor UMKM adalah dengan meningkatkan akses pembiayaan dengan menaikkan porsi kredit menjadi 30% pada tahun 2024 yang awalnya hanya kisaran 18% saja.  

Baca Juga: Dari Tas hingga Aksesori, UMKM Puka Creative House Tunjukkan Potensi Besar Pengrajin Disabilitas di Bandung

Selain dari segi pembiayaan, daya saing UMKM juga dapat ditingkatkan melalui digital. Perguruan tinggi ikut mengambil peran penting dalam pemberdayaan pelaku UMKM melalui program pengabdian kepada masyarakat.  

Program pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk membantu menyelesaikan persoalan ekonomi yang terjadi di masyarakat serta dapat memberikan ilmu serta wawasan ekonomi kepada masyarakat khusunya di Desa Ciawi, RT. 01/01 Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. 

UMKM yang menjadi tempat pengabdian memiliki berbagai varian produk. Produk-produk yang dihasilkan berbasis kearifan lokal (local wisdom).  

Bahan-bahan yang digunakan seperti: susu sapi lokal sebagai bahan utama untuk membuat yogurt dan perisa buah-buahan lokal, kemudian ada kerajinan tangan seperti tas, dan keranjang berbasis bambu dan bahan limbah, dan lain-lain.  

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Sebut CFD Berdayakan Ekonomi Lokal dan Dorong UMKM Bogor Semakin Berkembang

Dari bahan-bahan tersebut maka produk akan dipasarkan dengan model digital marketing, yang selama ini sudah mulai dirintis dan dijalankan oleh para pengusaha, akan lebih dikuatkan agar mendapatkan hasil keuntungan yang lebih besar.  

Untuk mendorong digital marketing bisa dilakukan melalui perangkat teknologi hingga media sosial seperti penggunaan aplikasi instagram, facebook dan tik tok, twitter.  

Hal ini dapat dijadikan alat untuk mempromosikan, menjual produk, hingga media berinteraksi atau berkomunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Salah satu strategi yang dapat ditempuh dalam meningkatkan serta mengembangkan UMKM adalah melalui strategi pemasaran dengan menggunakan metode digital marketing.  

Baca Juga: Kolaborasi Program PKM UT-UNIDA Bogor Dorong Peningkatan Kualitas Kemasan dan Label Produk UMKM Desa Ciherang Pondok

American Marketing Association mendefinisikan pemasaran digital sebagai aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi digital dalam menciptakan, mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada konsumen dan pihak berkepentingan lainnya.  

IMG-20251121-WA0003.webp

Proses tradisional antara pertemuan pembeli dan penjual tatap muka sekarang dapat di mediasi melalui media digital, dan akhirnya menghasilkan tren pemasaran baru. 

Munculnya model-model toko online, grup perdagangan online, dan platform e-commerce membuktikan bahwa masyarakat saat ini menginginkan kemudahan dalam usaha mendapatkan apa yang diinginkan.  

Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan konsumen dan produsen. Sebagian UMKM Desa Ciawi masih memerlukan penguatan karena para pengusaha UMKM tersebut kurang memahami teknologi yang baru dan tidak ada waktu dalam menggunakan HP, gadget dan sebagainya.  

Selain itu pula banyak yang tidak menggunakan media sosial untuk pendaftaran, pembelian, penjualan, dan unduhan.  

Tidak ada waktu untuk membagikan, dan membuka media sosial sehingga banyak para usahawan tidak mendapatkan penghasilan dari digital marketing dan digital finance. 

Pada hari Sabtu, 15 November 2025, telah diadakan acara penguatan Digital Marketing dan Digital Finance dengan pembicara berasal dari Bank BSI memperkenalkan produk-produk keuangan serta memperkenalkan beberapa cara kemudahan dan memperoleh keuntungan melalui digital.  

Perkenalan kepada Lembaga keuangan lain, seperti koperasi, kepada UMKM. Penguatan tersebut dilaksanakan Bersama anggota pengabdian Masyarakat Universitas Djuanda, Ibu Chandra AP, Pak Ayi, Alvin, Yasmin beserta peserta sebanyak 50 satuan kelompok UMKM Desa Ciawi yang dikoordinir oleh Bapak Iskandar dari Koperasi Merah Putih Desa Ciawi.  

Berdasarkan pernyataan responden selaku pelaku UMKM, sebagian besar sekitar 60% UMKM Desa Ciawi masih terus butuh penguatan berkelanjutan karena para pelaku UMKM tersebut kurang memahami teknologi yang terbaru.  

Selain itu banyak yang tidak menggunakan media sosial untuk pendaftaran, pembelian, penjualan dan unduhan. Tidak ada waktu untuk berbagi dalam membuka media sosial karena fokus menjual.  

Serta tidak mendapatkan penghasilan dari Digital marketing dan digital finance. Anggota senang melihat iklan di HP. 

Dari digital finance terungkap para pelaku UMKM hanya menggunakan menunggu anak-anaknya pulang sekolah atau pulang kuliah untuk membantu pembayaran lewat Q-ris, M-Banking, dsb.  

Anggota mengerti menjaga keamanan akun keuangan digitalnya karena didampingi putra-putri atau cucu-cucunya. Anggota 60% tidak memahami aplikasi digital, tidak mengetahui resiko penipuan dalam transaksi digital, dan tidak dapat mengelola keuangan lebih baik.  

Akhirnya tidak mendapat keuntungan dari praktik digitalilsasi. Hasil penguatan digital marketing dan digital finance ini adalah dapat membuktikan bahwa UMKM di Desa Ciawi bisa mengetahui detail mengenai digital marketing dan digital finance tentang perhitungan laporan keuangan, khususnya mengetahui laporan laba rugi sesungguhnya, dan cash flow pengeluaran kas dan pemasukan kas.

Oleh: Chandra Ayu Pramestidewi, S.Pt, M.M.; Ayi Jamaludin Azis, SE,M.Ak,; Alfin Adam, Yasmin Nurul Haq Almuqayyim