KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Sejumlah kebijakan telah diambil oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Jawa Barat. Hal itu pula disoroti oleh Pengamat Politik yang juga Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi.

Yusfitriadi menilai, sejumlah kebijakan yang disampaikan Dedi Mulyadi itu dipaksakan harus direduksi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Karena citra Dedi Mulyadi terlalu tinggi dibandingkan citra kepala daerah yang lain, sehingga mau tidak mau dia akan menjadi sorotan.

"Maka kemudian spirit Dedi Mulyadi itu akan masuk ke Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Barat," ungkap Yusfitriadi.

Meski begitu kata Yusfitriadi, apakah desain yang sedang dibangun oleh Dedi Mulyadi itu. Lear, menarik, atau sudah on the track atau tidak.

Baca Juga: Gubernur dan Wali Kota Sepakat Beri Sanksi Warga Yang Buang Sampah ke Sungai

"Saya belum melihat desain atau road map perencanaan pembangunan pemerintah provinsi melalui kabupaten/kota yang tersistematis dalam seratus hari," ucap Yusfitriadi.

Yusfitriadi mengatakan, saat ini misalnya Dedi Mulyadi itu difokuskan kepada tiga hal saja. Pertama, infrastruktur. Kedua, tata kelola lingkungan. Ketiga, terkelola sampah.