Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H lalu menyoroti tantangan besar yang menanti di luar kampus, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika sosial yang kompleks. Menurutnya, tantangan tersebut menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan empati sosial.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Lima Kecerdasan dan 21 Karakter Bertauhid yang telah ditanamkan selama masa studi harus menjadi bekal utama para lulusan dalam berkarya. Mengutip hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain,” Chancellor mengajak para lulusan untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadilah ahli di bidang kalian, tapi jangan pernah lupa untuk menebar manfaat. Jadilah profesional yang handal, namun tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati dan peduli,” katanya.

Baca Juga: Dari Kaderisasi Menuju Kepemimpinan: BEM FISIP UNIDA Wujudkan Generasi Kritis, Humanis, dan Progresif

Menutup pesannya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa para wisudawan kini menjadi duta UNIDA yang membawa nilai-nilai ilmu, iman, dan karakter tauhid di tengah masyarakat.

“Terbanglah setinggi-tingginya, jelajahi samudera luas kehidupan. Tapi ingat, kampus ini akan selalu menjadi rumah yang dengan bangga menyambut kalian pulang,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor beserta jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan atas dedikasi dalam menjaga mutu pendidikan dan tata kelola universitas. Ia menegaskan, dengan predikat Perguruan Tinggi Unggul yang diraih UNIDA, seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan YPSPIAI, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi telah mencapai standar unggul.