BOGOR, CEKLISSATU - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda terus memperkuat kesiapan dosen dalam mengimplementasikan kurikulum baru melalui pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa (11/8/2026) tersebut menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.Comm., sebagai narasumber.
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan implementasi Kurikulum Universitas Djuanda 2026–2030, yang mulai diterapkan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
Dekan FISIP Universitas Djuanda, Dr. Rita Rahmawati, menyampaikan bahwa pemberlakuan kurikulum baru tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur mata kuliah. Kurikulum harus diterjemahkan secara konsisten ke dalam proses pembelajaran, mulai dari profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, hingga sistem evaluasinya.
Baca Juga: Dosen FISIP Universitas Djuanda Berikan Pelatihan Pembuatan Konten untuk 100 Ibu PKK Kabupaten Bogor
“Mulai semester ganjil tahun 2026, seluruh program studi di Universitas Djuanda akan menggunakan kurikulum baru 2026–2030. Karena itu, kesiapan dosen dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam RPS dan proses pembelajaran menjadi sangat penting agar perubahan kurikulum benar-benar berdampak terhadap kompetensi lulusan,” ujar Rita.
Dalam proses penyusunan kurikulum baru, Program Studi Sains Komunikasi dan Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Djuanda telah melalui sejumlah tahapan pengembangan dan penyempurnaan.
Proses tersebut antara lain dilakukan melalui benchmarking, kajian perkembangan keilmuan dan kebutuhan dunia kerja, serta lokakarya dengan berbagai pemangku kepentingan.