BOGOR, CEKLISSATU– Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Universitas Djuanda sukses menggelar acara Webinar Nasional terkait Supervisi Pendidikan Islam pada rabu, 15 juli 2026 melalui zoom meeting. Dengan tema “Penguatan Supervisi Pendidikan Islam dalam Menghadapi Krisis Karakter dan Disrupsi Pendidikan,” acara ini hadir untuk mengedukasi sekaligus mengawal integrasi AI dan teknologi secara bijaksana. 

Tujuannya adalah memastikan teknologi digunakan secara tepat demi mendongkrak mutu pendidikan di era disrupsi. Webinar Nasional ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai kalangan, baik dari mahasiswa, siswa maupun tenaga kependidikan. 


Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru sekaligus Dosen Pengampu Mata Kuliah Dasar-Dasar Manajemen, Abdul Kholik menyampaikan maksud dan tujuan dalam sambutannya. Adanya webinar ini bertujuan agar mahasiswa belajar melaksanakan suatu kegiatan.

“Tugas Akhir yang berbentuk webinar ini dimaksudkan agar mahasiswa belajar untuk mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan serta mengevaluasi suatu kegiatan. Tema yang diangkat juga harus disesuaikan dengan relevansi yang terjadi hari ini, guna memperdalam pengetahuan sebagai kader-kader pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan yang beragam permasalahannya,” ujar Abdul Kholik.

Baca Juga: Menguatkan Tridharma : Forum Komunikasi Dosen Karawang Jadi Penggerak Strategi Lolos Hibah 2026

Antusiasme peserta turut hadir hingga pada sesi-sesi akhir webinar, terkhususnya pada sesi diskusi. Mereka banyak mempertanyakan keresahan-keresahan konkrit yang dialami terhadap penggunaan teknologi di era disrupsi ini, termasuk salah satunya terkait dampak daripada penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir siswa. 


Pada kesempatannya, Hasan Basri selaku narasumber memaparkan pandangannya,
“Berpikir menghasilkan sesuatu membutuh tahapan dan proses yang panjang, hanya saja saat ini kita terbiasa berpikir instan dengan dibantu oleh AI. Ketika kebiasaan proses instan itu digunakan, maka otak kehilangan kesempatannya untuk mengasah penalaran" paparnya. 

Di akhir, Ia berpesan pentingnya bijak menggunakan AI supaya tidak terlena dan terperangkap dalam kebodohan.