Selain kedua menteri, kegiatan juga dihadiri sejumlah seniman dan tokoh budaya seperti Trie Utami, Inayah Wahid, Dik Doank, Santhi Serad, Michael Abel Firdausi, serta budayawan Ngatawi Al-Zastrouw.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Pimpin OPD Masak Bersama di Pesona Ramadan, Dari Dapur hingga Berbagi untuk Warga
Sebelumnya, semangat Ramadan di UI telah diawali dengan kegiatan Majelis Nyala Purnama #10 bertajuk “Tadarus Cinta: Cinta Kasih terhadap Semua” yang diselenggarakan pada Jumat malam, 27 Februari 2026 di Makara Art Center UI.
Acara ini merupakan kolaborasi Direktorat Kebudayaan UI, Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia.
Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al Zastrouw mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai kasih sayang sebagai fondasi kehidupan bersama.
Baca Juga: Dankodaeral IV Terima Wakaf 30 Mushaf Al-Qur'an Ramadan
“Cinta adalah hak semua manusia. Karena itu, setiap upaya membunuh dan mengabaikan cinta harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan," ungkapnya.
"Melalui Majelis Nyala Purnama, kita ingin berbagi cinta untuk semua, menebar cinta yang menyehatkan jiwa dan raga serta membahagiakan lahir dan batin,” tambahnya.
Ketua Komoenitas Makara, Fitra Manan menyebutkan, tadarus cinta merupakan dialektika hati yang mengajak setiap orang tidak hanya membaca makna kasih sayang, tetapi juga menghidupkannya dalam relasi sosial yang inklusif.
Baca Juga: PPLI Dorong Kolaborasi Lingkungan dan Sosial melalui Ramadan Sustainability Talk
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dan seniman, di antaranya Dr. Turita Indah Setyani, Drs. Raymond Michael Menot, Dwi Woro Retno Mastuti, serta Rocky Gerung.