Ia pun berharap, semua sekolah di Kota Bogor baik negeri maupun swasta bisa mendapatkan MBG. Bahkan menurutnya, semua sekolah tidak boleh menolak program ini. Karena setiap anak mempunyai hak untuk makan. Apalagi ini merupakan program dari pemerintah.
“Sejauh ini sih belum ada (sekolah yang menolak). Karena memang tidak boleh menolak. Disdik sendiri disini hanya mengawasi. Menyampaikan mana saja sekolah yang belum menerima mana yang sudah,” imbuhnya.
Sementara itu, penanggung jawab MBG di SMPN 1 Bogor, Suherti menambahkan program MBG di sekolahnya baru berjalan dua hari. Dimana sebanyak 936 siswa mulai dari kelas VII sampai IX.
Sampai saat ini program MBG di sekolahnya disambut dengan baik. Bahkan anak-anak menikmati makanan yang disajikan.
“Alhamdulillah anak-anak begitu antusias menerima MBG. Pas hari pertama bahkan anak-anak sampai buat yel-yel MBG,” imbuhnya.
Meski begitu pihak sekolah, kata Suherti, tetap meminta pada semua siswanya untuk membawa ompreng kosong dari rumah. Hal ini untuk berjaga-jaga bila makanan tidak habis.
“Jadi kalau tidak habis bisa dibawa pulang. Tidak ada sampah juga dari sisa makanan yang tidak habis dimakan,” terangnya.
Suherti menambahkan, untuk dapur SMPN 1 Bogor lokasinya tidak jauh dari sekolah. “Kalau tidak salah dapurnya di kota batu,” pungkasnya. (Nelly)