BOGOR, CEKLISATU-Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi yang mewakili Walikota Bogor, Dedie A Rachim melakukan sidak ke SMPN 1 Bogor, Senin (8/9). Kedatangan Herry tersebut dalam rangka melihat langsung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah yang berlokasi di Jalan IR H Juanda tersebut.

Kedatangan orang nomor satu di Disdik Kota Bogor tersebut begitu disambut oleh pihak sekolah. Herry yang datang beserta tim program MBG tersebut langsung memasuki salah satu ruang kelas, kelas IXB. Kedatangannya tak lain untuk mengecek seperti apa program MBG di SMPN 1 Bogor apakah berjalan lancar, mengecek makanannya, melihat bagaimana anak-anak dengan MBG ini hingga seperti apa proses MBG ini.

Nampak siswa yang tengah menikmati makanan yang disajikan di atas ompreng MBG tersebut terlihat begitu antusias. Menu yang disajikan yakni nasi putih, daging teriyaki, tahu dan buah serta tomat berukuran kecil.

Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo Kemenko Polkam Canangkan Pembangunan Dapur Gizi SPPG di Cijayanti Bogor

Salah satu siswa kls IX Aisyah Bening C yang tengah menikmati menu MBG yang dibagikan di sekolahnya terlihat begitu antusias.

Hal serupa juga terlihat dari pantauan Kadisdik Kota Bogor. Menurut Herry, anak-anak terlihat begitu antusias dengan MBG ini. Hal itu bisa dilihat dari mereka (siswa, red) menghabiskan semua makanan yang disajikan.

“Bisa dilihat antusias anak-anak dengan MBG ini. Makananya sampai habis dimakan,” terang Herry pada Ceklissatu.com.

IMG-20250908-WA0129.webp

Menurutnya, MBG ini program yang sangat bagus untuk anak-anak khususnya pelajar di Kota Bogor. “Karena dengan adanya MBG ini anak-anak yang belum sarapan di rumah karena dapat makanan ini jadi bisa makan di sekolah. Anak-anak juga jadi tidak jajan pas istirahat,” kata Herry.

Ia menambahkan, semua makanan yang dibagikan sama rata. Jadi tidak lagi terlihat anak yang bengong di sekolah karena tidak jajan ataupun karena belum sarapan.

Baca Juga: DPRD Dorong Pemenuhan Susu untuk MBG, Lewat Kerjasama Pemprov Jabar dan Victoria

Saat ini kata Herry, di Kota Bogor sudah tersebar sebanyak 12 dapur MBG. Ditargetkan hingga akhir tahun bisa mencapai 40 dapur MBG.

Setiap dapur, lanjutnya, rata-rata melayani 3.000 anak. Itu berarti jika 12 dapur saat ini sudah 36 ribu anak yang sudah mendapatkan MBG ini. “Berarti hingga akhir tahun klo sudah 40 dapur kurang lebih 120 ribu siswa mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA mendapatkan MBG,” jelasnya.

Ia pun berharap, semua sekolah di Kota Bogor baik negeri maupun swasta bisa mendapatkan MBG. Bahkan menurutnya, semua sekolah tidak boleh menolak program ini. Karena setiap anak mempunyai hak untuk makan. Apalagi ini merupakan program dari pemerintah.

“Sejauh ini sih belum ada (sekolah yang menolak). Karena memang tidak boleh menolak. Disdik sendiri disini hanya mengawasi. Menyampaikan mana saja sekolah yang belum menerima mana yang sudah,” imbuhnya.

Sementara itu, penanggung jawab MBG di SMPN 1 Bogor, Suherti menambahkan program MBG di sekolahnya baru berjalan dua hari. Dimana sebanyak 936 siswa mulai dari kelas VII sampai IX.

Sampai saat ini program MBG di sekolahnya disambut dengan baik. Bahkan anak-anak menikmati makanan yang disajikan.

“Alhamdulillah anak-anak begitu antusias menerima MBG. Pas hari pertama bahkan anak-anak sampai buat yel-yel MBG,” imbuhnya.

Meski begitu pihak sekolah, kata Suherti, tetap meminta pada semua siswanya untuk membawa ompreng kosong dari rumah. Hal ini untuk berjaga-jaga bila makanan tidak habis.

“Jadi kalau tidak habis bisa dibawa pulang. Tidak ada sampah juga dari sisa makanan yang tidak habis dimakan,” terangnya.

Suherti menambahkan, untuk dapur SMPN 1 Bogor lokasinya tidak jauh dari sekolah. “Kalau tidak salah dapurnya di kota batu,” pungkasnya. (Nelly)