Pertanyaan yang relevan untuk diajukan adalah, apakah demokrasi yang dijalankan mampu memenuhi janjinya untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat? Fakta yang ada menunjukkan bahwa demokrasi yang dijalankan saat ini seringkali tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Dalam praktiknya, demokrasi yang ada saat ini cenderung berjalan dengan cara yang tidak terorganisir, penuh manipulasi, serta sering kali dijalankan dengan cara yang tidak jujur dan penuh kepentingan pribadi. 

Baca Juga: Wabup Jaro Ade: Pesantren Kilat dan I’tikaf Ramadan Jadi Upaya Pemkab Bogor Perkuat Keimanan Umat

Banyak tindakan yang dilakukan tidak lagi berlandaskan pada prinsip-prinsip demokrasi yang sehat, tetapi lebih kepada pemenuhan ambisi politik segelintir orang. 

Demokrasi yang seharusnya menjadi sarana untuk mencapai kesejahteraan rakyat kini justru dipergunakan oleh mereka yang memiliki kepentingan pribadi untuk memaksakan kehendak mereka.

Oleh karena itu, untuk mengembalikan demokrasi kepada fitrahnya, kita perlu menghentikan peran serta mereka yang telah menyalahgunakan sistem ini. 

Tindakan yang dapat diambil adalah dengan menahan nafsu politik mereka, agar demokrasi kembali kepada tujuan sejatinya: "dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat." 

Baca Juga: Kolaborasi Pokwan dan PFI Bogor, Berikan Santunan kepada Santri Tuna Netra Penghapal Alquran

Saat ini, fitrah demokrasi telah dibajak oleh kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan politik pribadi dan kelompoknya, yang mengubah prinsip tersebut menjadi: "dari rakyat, oleh mereka, dan untuk mereka."