Insiden ini pun memicu kekhawatiran dan pertanyaan besar tentang bagaimana nasib keamanan data pengguna bilamana menggunakan DeepSeek?
Terlebih lagi, mengingat regulasi ketat yang diterapkan pemerintah Tiongkok terkait data dan teknologi, memungkinkan pemerintah untuk mengakses informasi dari perusahaan domestik jika dianggap perlu.
Walaupun pihak DeepSeek menyatakan telah mengambil langkah perbaikan atas celah keamanan yang ditemukan, kejadian ini tetap menimbulkan keraguan warganet terhadap transparansi serta kredibilitasnya dalam melindungi keamanan data pengguna.
Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam pengembangan AI, persaingan ini semakin merambah ke ranah geopolitik. Pada Februari 2025, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk memblokir ChatGPT, dengan dalih bahwa AI buatan AS berisiko menyebarkan informasi yang tidak sejalan dengan kebijakan nasional mereka.
Sebagai gantinya, pemerintah China menyarankan masyarakat untuk beralih ke AI lokal seperti Ernie Bot dari Baidu, dan Kimi Chat (Moonshot AI). Menanggapi langkah tersebut, Amerika Serikat meresponnya dengan memberlakukan embargo ekspor chip AI, terutama yang diproduksi oleh NVIDIA, yang selama ini
menjadi komponen utama dalam pengembangan AI. Namun, kebijakan ini justru mendorong Tiongkok dalam mengembangkan industri chip mereka sendiri. Hal ini dibuktikan dengan digunakannya chip Ascend milik Huawei sebagai pengganti, yang digadang-gadang sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AS.