Menurutnya, tes parameter bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting untuk membantu para pelatih menentukan porsi latihan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga dan kondisi atlet.

“Harapannya, dengan tes parameter ini pelatih bisa menemukan porsi latihan yang tepat. Misalnya cabang boccia seperti apa kebutuhan fisiknya, karena setiap atlet memiliki ragam disabilitas dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Jadi lebih ke pengaturan porsi latihannya,” ujar Ketua NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, keberagaman kondisi fisik atlet disabilitas menjadi tantangan sekaligus perhatian utama dalam proses pembinaan. Oleh sebab itu, pendekatan latihan tidak bisa disamaratakan, melainkan harus berbasis data dan hasil pengukuran yang valid.

Melalui tes parameter ini, pelatih diharapkan mampu mengukur sejauh mana kemampuan atlet berkembang, sekaligus mengevaluasi efektivitas program latihan yang telah dijalankan. Dengan begitu, proses pembinaan atlet NPCI Kabupaten Bogor dapat berlangsung secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan prestasi.