Tes parameter ini dilakukan dengan dukungan peralatan manual maupun digital. Untuk alat manual, biaya berkisar di angka Rp700 ribu, sedangkan peralatan digital hasil kerja sama dengan perguruan tinggi negeri mencapai sekitar Rp2 hingga Rp2,2 juta per kepala alat. Hasil tes akan dianalisis dan diumumkan dalam waktu satu hingga dua minggu, kemudian dibandingkan dengan data tes tahun sebelumnya maupun dengan target capaian, baik di tingkat Jawa Barat, nasional, hingga ASEAN Para Games.
NPCI Kabupaten Bogor juga berharap metode tes parameter ini dapat diadopsi oleh pengurus cabang (pengcab) di masing-masing daerah. Apabila mengalami kendala, NPCI siap memberikan pendampingan sebagai panduan atau referensi pelaksanaan tes.
Baca Juga: Asnan AP Bangga SOD NPCI Kabupaten Bogor Jadi Rujukan Nasional untuk Studi Tiru
Ke depan, tes parameter direncanakan terus dilakukan secara konsisten setiap tahun mulai 2024 hingga 2028. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesiapan atlet NPCI Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparnas 2028, sekaligus mengukur sejauh mana peningkatan prestasi dapat dicapai secara berkelanjutan.
Sementara itu, pelaksanaan tes parameter atlet yang digelar NPCI Kabupaten Bogor mendapat perhatian serius dari jajaran pengurus. Ketua NPCI Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pihaknya berperan sebagai wadah dan fasilitator dalam pelaksanaan tes tersebut, guna memastikan proses pembinaan atlet berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.