BOGOR, CEKLISSATU - Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu meninjau langsung lokasi longsor Kampung Babakan Rawahaur RT 01/06 Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Rabu 27 Maret 2024.
Asmawa mengatakan, wilayah Kabupaten Bogor memang menjadi salah satu daerah dengan potensi bencana alam yang cukup tinggi di Indonesia, karena letak geografisnya yang dikelilingi beberapa pegunungan dan juga sungai.
Untuk itu, Asmawa menjelaskan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah melaksanakan penyusunan kajian risiko bencana penyusunan dokumen rencana penanganan bencana, penyusunan rencana kontijensi pelatihan dan bimtek.
“Termasuk pembentukan desa tangguh bencana, penguatan kelembagaan bekerja sama dengan forum pengurangan risiko bencana dan sejumlah kolaborasi yang sifatnya pentahelix," jelas Asmawa.
Asmawa menambahkan, Pemkab Bogor juga bakal mewujudkan wilayah yang tangguh bencana melalui upaya mitigasi bencana yang telah dan terus dilakukan, baik itu mitigasi struktural, yaitu membangun tembok penahan tebing, perbaikan dan penguatan bangunan termasuk dengan mitigasi non struktural.
“Jadi, kami terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur upaya pencegahan terjadinya bencana alam. Dengan membangun tembok penahan tebing dan juga penguatan bangunan yang kokoh dari mitigasi bencana,” terang Asmawa.
Dalam tinjauannya, Asmawa berjanji kepada keluarga korban bencana longsor, untuk mengerahkan instansi terkait terus berupaya melakukan pencarian korban tertimbun tanah longsor.
"Makanya kami kumpulkan agar maksimal dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor,” janjinya.
“Pencarian hingga kini terus dilakukan, tim selam melakukan penyelaman di dua titik, yakni titik Cedong dan titik Leuwilaja. Dua tim sisir sungai mulai melakukan penyisiran dari titik nol sampai ke aliran Sungai Cikeas di dekat Bukit Golf Kranggan sejauh kurang lebih 15 kilometer namun hingga kini korban jiwa belum juga bisa ditemukan,” imbuhnya.