Hal itu dilakukan demi memastikan informasi terkait manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan diterima dan dipahami dengan baik.“Sekarang kami juga lebih mendekat ke mereka, dengan pendekatan lokal, yaitu bahasa daerah.
Kami mengajak mereka yuk, ikut dengan bahasa daerah, monggo. Jadi upaya-upaya ini kami lakukan,” tutur Oni.
Baca Juga: Ahli Waris Anggota DMI Kota Bogor Terima Manfaat Program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan
Oni menekankan, potensi kepesertaan sektor BPU masih sangat besar. Dari total 61 juta pekerja BPU, saat ini baru 9,9 juta yang terlindungi, atau sekitar 16,2 persen.
Oleh karena itu, peningkatan kepesertaan di sektor ini tetap menjadi prioritas BPJS Ketenagakerjaan.
Jika ditelusuri lebih dalam, setengah dari potensi pekerja BPU merupakan pekerja rentan yang termasuk dalam Desil 1-4. Risiko kecelakaan kerja yang mereka hadapi dapat berujung pada kemiskinan yang lebih dalam.
Maka itu, Oni menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh pekerja rentan memiliki jaring pengaman sosial yang kuat dan berkelanjutan.