BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD 2025 masuk babak baru, belanja Modal naik 172,78 persen.
Nota pengantar Raperda juga telah disampaikan Wagub Jabar Erwan Setiawan di Paripurna DPRD Jabar, Senin (11/8/2025).
Erwan menjabarkan, perubahan APBD diajukan karena beberapa sebab. Salah satunya mempertimbangkan realisasi APBD di Semester I.
Baca Juga: Rancangan Perubahan APBD TA 2025 Disahkan, Pemkot Bogor Fokus Sinergikan Empat Misi Kepala Daerah
Tercatat realisasi APBD semester 1 pendapatan daerah tembus Rp14,25 triliun atau 45,96 persen. Untuk realisasi belanja daerah ada di angka Rp12,29 triliun atau 39,56 persen.
Erwan juga menjabarkan rancangan Perubahan APBD 2025. Pendapatan daerah dirancang naik dari Rp 30,99 triliun menjadi Rp 31,09 triliun.
Rinciannya, pendapatan asli daerah dari Rp19,31 triliun menjadi Rp19,37 triliun. Pendapatan transfer dari Rp11,67 triliun menjadi Rp11,70 triliun. Dan pendapatan lain lain tetap senilai Rp23,19 miliar.
Perubahan signifikan ada di belanja daerah. Pertama pendapatan daerah dari Rp 31,08 triliun menjadi Rp 32,23 triliun. Atau naik Rp 1,16 triliun.
Rinciannya, belanja operasi turun dari Rp 20,16 triliun menjadi Rp 19,89 triliun. Lalu belanja modal naik drastis. Dari Rp 1,77 triliun menjadi Rp 4,83 triliun.
"Atau naik 172,78 persen, " jelasnya.
Sementara untuk belanja tidak terduga turun dari Rp 1,15 triliun menjadi Rp 274,48 miliar. Dan belanja transfer turun dari Rp 7,99 triliun menjadi Rp 7,24 triliun.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Bawa Persib ke Arah Politik, KDM Siapkan Bonus Dari Kantong Pribadi
Sekda Jabar Herman Suryatman menambahkan, kenaikan belanja modal itu terdistribusi ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Terutama di Dinas BMPR terkait dengan pembangunan jalan jembatan. Kemudian di Disdik untuk rehabilitasi ruang kelas, kemudian ruang kelas baru, termasuk unit sekolah baru. Ada juga di dinas kesehatan, di dinas perhubungan, dan beberapa dinas lain," cetusnya.
Herman juga merespon terkait realisasi pendapatan dan belanja Daerah. Menurutnya realisasi itu masih on the track.
"Kami akan dorong untuk melakukan lelang cepat. Itu cuma untuk memacu realisasi, " terangnya.