"Ada 22 desa berkembang dan ada 30 desa maju untuk kita majukan menjadi mandiri. Desa-desa kita kini kondisi infrastrukturnya sudah memadai dan layak," ucap Bachril Bakri.
Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab menyampaikan, tahun ini pihaknya berupaya menghilangkan status desa berkembang dan mengangkat desa-desa tersebut menjadi desa maju.
Baca Juga: Peluncuran Bus BTS Cibinong-Puncak Ditunda, Pemkab Bogor Fokus Persiapan Teknis
"Saat ini, hanya ada 22 desa yang masih memiliki status desa berkembang, yang akan ditargetkan untuk diubah pada tahun ini. Selain itu, Renaldi juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Kabupaten Bogor telah berhasil menghapuskan desa tertinggal," jelasnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya pembinaan kapasitas kepala desa melalui Program Sekolah Pemerintahan Desa.
Pada periode 2020-2024, sebanyak 220 kepala desa telah lulus dari program ini, dan tahun ini, 70 kepala desa akan mengikuti pelatihan serupa di Fakultas Ekologi Manusia IPB.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemerintahan desa, terutama dalam mengelola alokasi dana desa dan memperbaiki pelayanan publik di tingkat desa.
Katanya, saat ini terdapat 416 kepala desa, 1.248 kepala urusan, serta 1.248 kepala seksi tingkat desa di Kabupaten Bogor.