BOGOR, CEKLISSATU -Adanya pekerjaan galian lubang pemasangan kabel Fiber Optik (FO) disepanjang tepi jalan nasional di wilayah barat Kabupaten Bogor, kerap menjadikan masyarakat pengendara terganggu hingga mengakibatkan kecelakaan. Pihak kontaraktor, diduga lambat tangani aduan warga.


Galian kabel FO tersebut bisa ditemukan di sepanjang jalan umum mulai dari ciampea hingga cigudeg. Tanah tanah galian itu, sebagian ada yang dimasukan kedalam sebuah karung berwarna putih, dan ditumpuk di kiri badan jalan dinilai membahayakan pengendara.


Diduga pihak terkait terkesan tutup mata, terutama perbaikan tepi jalan yang sudah digali. Seharusnya kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan, kontraktor nya harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dikerjakannya.

Baca Juga : Diperkirakan Pemudik Capai 123 Juta Orang, Pelabuhan Ciwandan Siap Dioperasikan Saat Mudik


Warga Desa Sadeng yang juga merupakan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Leuwisadeng, Irma Purniasari menyampaikan, bahwa proyek pekerjaan galian tanah mengganggu aktifitas pengendara. Pasalnya, bekas galian tanah itu tidak dirapihkan kembali.


"Hari minggu kemarin saya pulang (Ngajar) dari sekolah boncengan dengan ibu Fina, kebetulan dijalan ramai (kendaraan) dan kami melaju di kiri jalan, setibanya di jalan raya paku kosol kaki ibu Fina nyangkut kena karung sehingga motor kami oleng kemudian Ibu Fina terjatuh," ungkap Irma Purniasari kepada wartawan kemarin.


Akibat kejadian itu, kata Irma Purniasari mengatakan, teman nya Fina mengalami luka benjol pada bagian kepala dan kakinya mengalami memar hingga mendapat luka menganga pada bagian punggungnya.


"Kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang dan setelah itu di urut ke pak roni dan sampai saat ini sudah satu minggu belum bisa mengajar disekolah karena jalan kesehatan nya belum pulih," katanya.


Tak hanya itu saja, seorang Ustad di Pondok Pesantren An'Nida, Muhammad Rusan menyampaikan, bahwa kecelakaan akibat galian tanah yang terkesan abai terhadap keamanan dan keselamatan pengendara juga dialami oleh seorang guru di SDIT Khoeru Ummah.


"Kemarin Ibu Siti Suhelma kecelakaan gara-gara galian tanah itu, nyerempet karung galian tanah itu," ungkap Muhammad Rus'an.


Akibatnya, kata dia, Siti Suhelma mengalami luka menganga pada bagian kaki dan harus mendapatkan penanganan dokter.


"Luka nya robek di kaki dan dijahit dibagian luar 18 jahitan dan bagian dalam 5 jahitan," katanya.


Akibat insiden itu, Muhammad Rus'an menyampaikan  bahwa kini Siti Suhelma belum bisa beraktifitas mengajar murid-muridnya lantaran kondisinya belum membaik.


"Sehingga murid saya di kelas 1 belum ada gurunya karena harus mencari guru pengganti," katanya.


Sementara itu, Mandor Lapangan, Agung Widodo mengaku, pekerjaan galian kabel FO Telkom tersebut dikerjakan oleh PT. Tapan Mas.


"Kalau untuk penanggung jawab, Waspang yang ditunjuk kantor itu pak Yunus sama pak Gusti dan nanti akan saya sampaikan ke sana apa yang dibicarakan (Dikeluhkan) warga," katanya.