BOGOR, CEKLISSATU - Pembangunan Jembatan Cikereteg yang menghubungkan antar Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi harus alami kendala. Bahkan, dalam rencana penutupan akan selesai pada tanggal 16 Juni 2023. Namun, saat ini pembangunan tidak kunjung selesai.
Projek Manager Pembangunan Jembatan Cikereteg, Fanny Zuriansyah menjelaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan perpanjangan penutupan total Jembatan Cikereteg hingga tanggal 22 Juni 2023 mendatang. Permohonan tersebut, dengan dalih demi keselamatan para pengendara. Menurutnya masalah utama dari proses pembangunan Jembatan Cikereteg ialah keterbatasan lahan.
"Proses esembly launcher dan setting segmen gelagar beton girder jembatan itu posisi manuver alat berat itu dan material itu area kerjanya sangat terbatas di lokasi. Posisi untuk Kren servis untuk kapasitas 80 ton aja sudah menutupi jalan sendiri kemarin itu, makanya itu demi keselamatan pengguna jalan kita ajukan perpanjangan penutupan total," ujarnya.
Baca Juga : Pemerintah Bakal Tambah Porsi Saham di Freeport di Atas 51 Persen
Ia juga berdalih, dengan keterbatasan luang lingkup yang sempit, membuat kinerja para pegawainya tidak maksimal.
"Ini aja kita segmen beton jembatan mau moving aja kita Kesulitan karena area lahannya sangat sempit sekali," tegasnya.
Selain lahan yang kurang memadai, ia juga berdalih dengan terkendalanya pengerjaan jembatan difaktori oleh cuaca.
"Terutama keterbatasan area kerja, ditambah faktor cuaca juga cukup ekstrim, cuaca akhir-akhir ini sangat berpengaruh, kemarin kita mau manuver alat Kren khawatir ada potensi bahaya terutama sambaran petir di alat Kren, potensi bahaya licin juga karena bekerja di area ketinggian," pungkasnya.