BANDUNG. CEKLISSATU — Sejumlah gudang di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, terlihat tutup. Kondisi ini tampak dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seperti yang dibagikan akun @Jabartren, di mana ada isu razia terhadap aktivitas perdagangan pakaian bekas impor.

Dalam video itu, seorang pedagang menyampaikan keresahannya terkait dugaan masuknya pakaian bekas dalam jumlah besar ke kawasan Pasar Gedebage, di mana ada importir asal Tanjungbalai yang sudah berdomisili di Bandung yang memasok import pakaian bekas dalam jumlah sangat besar, hingga sudah merajai, menguasai di Bandung. Namun, kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun serta dibiarkan saja, sehingga berdampak ke kesannya jika Bandung menjadi tempat penampungan import pakaian bekas terbesar.

Perwakilan pedagang cimol di Gedebage, Ibrahim mengatakan para pedagang pakaian bekas lokal khawatir terhadap masuknya stok dalam jumlah besar dari luar daerah yang bisa memengaruhi keberlangsungan usaha mereka.

"Kami khawatir kalau barang yang masuk terlalu banyak, membuat pedagang kecil seperti kami semakin sulit menjual dagangan,” ujar Ibrahim, Jumat (2/10/2026).

Menurut Ibrahim, ketika muncul informasi mengenai penggerebekan atau razia, sejumlah gudang itu disebut memilih menutup aktivitasnya. Namun, setelah situasi kembali kondusif, maka aktivitas perdagangan kembali berjalan.

"Kalau ada isu razia, gudang banyak yang tutup. Tapi setelah kondusif, aktivitas kembali lagi," katanya.

Para pedagang juga mengkhawatirkan masuknya pakaian bekas dalam jumlah besar dapat mendorong harga jual semakin rendah. Kondisi ini dinilai dapat berpengaruh terhadap pendapatan pedagang kecil yang selama ini mengandalkan penjualan pakaian bekas.

Informasi mengenai asal barang, pihak yang disebut sebagai importir, serta dugaan pelanggaran dalam pemasukan pakaian bekas tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.