"Dari kemarin, sehari bisa ada 20 orang yang bolak-balik cari gas ke sini," tambah Heru.
Ia juga membandingkan kondisi ini dengan akhir tahun lalu, saat stok LPG justru melimpah.
"Pedahal kemarin pas akhir tahun, banyak banget tabung gas tuh, sampai 'banjir-banjir'. Kalau stok di kita masih banyak, mau nggak mau kita lempar ke eceran supaya sirkulasi tabung tetap normal dari agen ke pangkalan," ungkapnya.
Namun, dengan adanya kebijakan yang melarang pengecer menjual LPG 3 kg, pangkalan seperti Budi Jaya khawatir akan kesulitan mengelola stok jika terjadi perubahan mendadak dalam distribusi.
"Nanti kita bingung juga kalau eceran benar-benar dilarang jual LPG, sementara di pangkalan masih ada banyak stok," pungkasnya.
Meskipun pasokan dari agen masih stabil, Afi dan Heru berharap distribusi gas LPG 3 kg bisa lebih merata agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.