JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Maraknya pembicaraan terkait isi rekaman video berisi percakapan antara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto yang bocor ke publik.
Menjadi perhatian khusus karena pembicaraan yang bersifat rahasia antara kepala negara dan menterinya.
“Kita prihatin dengan bocornya pembicaraan itu ya, tentunya itu dalam katagori rahasia, kalau menurut kami. Karena itu pembicaraan antara Menteri dengan kepala negara, apapun tentu tidak boleh tersiar ke publik,” kata Sekjen Gerakan Asta Cita Nasional, Erlambang, Jum’at (05/12/2025).
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Hukum Guru Lewat RJ, Fahira Idris Apresiasi Mendikdasmen dan Kapolri
Erlambang juga menambahkan Isi percakapan kedua abiturien Akademi Militer (Akmil) 1974 tersebut merujuk rencana pertemuan Menhan Sjafrie dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada 18 November 2025, tersebut meminta agar diusut tuntas bagi penyebar video tersebut.
“Yang kita bingung, siapa yang merekam, dan siapa yang membocorkan. Bukan masalah isi pembicaraan, bukan fokus pada isi, kenapa bisa direkam, kenapa bisa bocor pembicaraan tersebut, tentu ada motivasi nya, jadi dalam hal ini, kami tentunya mendesak agar masalah ini tidak bisa di biarkan, harusnya diusut tuntas,” tegas Erlambang.
Tidak hanya itu, Erlambang juga berharap, agar kejadian tidak terulang lagi dan tidak dapat dibiarkan.
"Apabila ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk kedepannya, jadi tidak adalagi marwah kepala negara dan dalam hal ini ada pembicaraan dengan menteri bisa bocor, sekali lagi, ini sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.” jelasnya.