BOGOR, CEKLISSATU - Plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari botol minuman, wadah makanan, pakaian sintetis, hingga alat masak anti lengket digunakan hampir setiap hari. Namun di balik kemudahannya, para peneliti kini memperingatkan bahwa kebiasaan sederhana yang dianggap aman ternyata dapat membuat tubuh manusia terus-menerus terpapar mikroplastik.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang berasal dari pecahan sampah plastik maupun bahan sintetis tertentu. Partikel ini kini ditemukan hampir di seluruh ekosistem dunia, mulai dari laut dalam hingga tubuh manusia.
Peneliti dari Stanford Medicine menyebut mikroplastik telah ditemukan pada berbagai organ tubuh manusia seperti otak, jantung, plasenta, testis, hingga darah dan urin. Bahkan, paparan mikroplastik disebut sudah terjadi sejak manusia lahir.
“Plastic never goes away, it just breaks down into finer and finer particles,” kata dokter penyakit infeksi anak Stanford Medicine, Desiree LaBeaud.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari seperti memanaskan makanan dalam wadah plastik, menggunakan plastik sekali pakai, memakai pakaian berbahan sintetis, hingga penggunaan alat masak anti lengket dapat meningkatkan risiko paparan mikroplastik.
Ahli bedah kepala dan leher anak dari Stanford Medicine, Kara Meister, mengatakan panas diduga mempercepat pelepasan partikel plastik dari wadah makanan. Karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak memanaskan makanan menggunakan wadah plastik di microwave serta menghindari penggunaan ulang plastik yang sudah rusak atau tergores.