Selain kereta cepat, pemerintah juga sedang mengkaji reaktivasi jalur-jalur kereta lama. 

Menurutnya, ini bukan hanya soal Jawa semata. Pemerintah juga membuka ruang pengembangan untuk wilayah lain yang memiliki alur perdagangan, komoditas, dan pergerakan logistik besar.

Baca Juga: Libur Panjang Maulid Nabi, Penumpang Whoosh Alami Kenaikan Hingga 20 persen

“Kita diminta untuk terus mengembangkan Trans Sumatera, misalnya Trans Kalimantan, Trans Sulawesi. Karena memang komoditas hasil bumi juga perlu alat angkut yang sustainable," katanya.

“Ini akan mengurangi transportasi di darat termasuk mengurangi beban untuk BBM. Dan ini semakin bersih dan semakin sustainable," jelasnya. 

Saat ditanya mengenai target waktu, dia mengatakan prosesnya masih dalam tahap perampungan perencanaan. 

Baca Juga: 289 Rumah di Tiga Kecamatan di Bandung Rusak Akibat Puting Beliung, Pemkot Siaga 24 Jam Tangani Dampak

Proyek ini disebutnya sebagai proyek besar yang memerlukan integrasi lintas kementerian dan lembaga, tidak bisa dikerjakan secara terpisah‐pisah.