Congklak dimainkan menggunakan papan yang memiliki 14 lubang kecil dan dua lubang besar di kedua ujungnya. Setiap pemain bergantian memindahkan biji-biji congklak ke lubang berikutnya hingga seluruh biji habis didistribusikan sesuai aturan permainan. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah biji yang berhasil dikumpulkan di lubang besar atau "lumbung" milik masing-masing pemain.
Selain menghibur, permainan ini juga memiliki nilai edukatif. Penelitian mengenai etnomatematika pada permainan congklak menunjukkan bahwa permainan tersebut mengandung berbagai konsep matematika, seperti operasi hitung, pola, refleksi, hingga pengenalan bentuk geometri. Karena itu, congklak dinilai dapat menjadi media pembelajaran yang melatih kemampuan berhitung, berpikir strategis, konsentrasi, serta kesabaran anak.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keberadaan permainan tradisional seperti congklak mulai jarang dijumpai dalam aktivitas sehari-hari anak-anak. Padahal, selain menjadi bagian dari warisan budaya, permainan ini juga mengajarkan nilai sportivitas, strategi, serta interaksi sosial yang sulit diperoleh melalui permainan digital.
Siti Balqis Sari Manah
Mengenal Sejarah Congklak, Permainan Tradisional yang Sarat Nilai Edukasi
Tags: