JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengecam penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Diketahui, aktivis kontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa ini menambah catatan kasus penyerangan terhadap aktivis yang vokal menyuarakan pendapat dan kritik.
Baca Juga: OTT Bupati Cilacap, KPK Tangkap 27 Orang hingga Amankan Barang Bukti Uang Tunai
Novel Baswedan yang juga merupakan korban penyiraman air keras sembilan tahun lalu, mengutuk adanya tindakan serupa yang terulang kepada seorang aktivis.
Ia menilai, pelaku memiliki tujuan khusus untuk membunuh korban dengan air keras.
"Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Pelakunya ini menyiram air keras ke area muka, kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," ucap Novel Baswedan dalam jumpa pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK, Sejumlah Ruangan Dinas Disegel
Novel Baswedan menyebutkan, peristiwa ini merupakan aksi kejahatan yang biadab, menyasar orang yang peduli pada bangsa Indonesia.
"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya" tegas Novel Baswedan.