KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Liburan panjang memperingati Imlek dan Isra Mi'raj, kondisi arus kendaraan menuju Jalur Puncak pagi terpantau cukup padat.
"Sebanyak 7.000 kendaraan tercatat melintasi Jalur Puncak sejak pukul 00.00 WIB hingga pagi ini,"ungkap AKP Rizky Guntama Kasat Lantas Polres Bogor, Sabtu (25/01/2025)
"Kepadatan terjadi di beberapa titik, seperti Pasir Muncang dan Megamendung, akibat adanya bottleneck dan aktivitas warga yang menyebrang," ujar Rizky.
Baca Juga: Libur Panjang, TNI/Polri dan Pol PP Patroli Antisipasi Pungli Jalur Alternatif Puncak
Untuk mengatasi lonjakan arus lalu lintas, Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dari arah Jakarta menuju Puncak sejak pagi hari. "One way dilakukan untuk mengakomodir kendaraan yang hendak berwisata ke Puncak. Kebijakan ini akan berlangsung hingga siang hari, namun kami terus memantau apakah perlu diperpanjang atau dinormalkan kembali," jelasnya.
Sebelumnya, pada pukul 06.00 WIB, telah diterapkan sistem ganjil genap, namun tingginya volume kendaraan membuat rekayasa ini diganti dengan one way.
Selain itu, patroli intensif dilakukan untuk mengantisipasi praktik percaloan atau joki jalanan di jalur utama maupun jalur alternatif. "Kami terus berpatroli agar kejadian seperti kemarin, di mana joki menaikkan tarif seenaknya, tidak terulang," tambah Rizky.
Baca Juga: Liburan Imlek dan Isra Mi'raj, Polres Bogor Siagakam 300 Personel di Jalur Puncak
Puncak kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi pada Minggu (26/1/2025) untuk arus naik, sementara arus turun diprediksi mulai Rabu (29/1/2025). Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polres Bogor mengerahkan 350 personel gabungan dari Polres, Mabes Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan BPBD.
"Kami juga bersiap menghadapi potensi bencana seperti longsor atau pohon tumbang di kawasan Puncak dan Cianjur," pungkas Rizky.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari penggunaan jasa joki yang tidak resmi agar perjalanan tetap aman dan lancar.
(Febrian Batara Aditya Rahman)