BANDUNG, CEKLISSATU -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal mengkaji kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait siswa masuk sekolah pukul 06.30 WIB dan menghapus tugas pekerjaan rumah (PR). Mereka pun akan mengundang Dedi Mulyadi bertemu membahas hal tersebut.

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengaku tengah mendalami dan mengkaji kebijakan siswa masuk sekolah pukul 06.30 WIB. 

Ia pun memperkirakan bakal terdapat pertemuan antara Mendikdasmen dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Ongkos Membengkak Usai KDM Larang Siswa Bawa Motor ke Sekolah

"Kita sedang dalami kajian itu ya. Intinya upaya ada koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, karena tujuannya sama soal pendidikan," ucap dia di Bandung, Senin (16/06/2025). 

"Kita harapkan kesimpangsiuran informasi bisa kita mitigasi, kurangi, insyaallah akan ada silaturahmi antara pak gubernur dengan pak menteri," tambahnya.

Wamen melanjutkan kementerian sendiri belum menerima informasi terkait kebijakan tersebut dan masih menelaah lebih dalam. Pihaknya belum dapat memutuskan apakah kebijakan tersebut bagus atau tidak.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegaskan Tidak Boleh Ada Siswa Titipan Dalam Proses SPMB 2025

Akan tetapi, Fajar mengatakan, beberapa penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi langsung antara masuk pagi dengan capaian ekonomi, pertumbuhan sosial dan ekonomi. Namun begitu, untuk di Indonesia sendiri masih akan dikaji.

"Keputusan resmi sedang kita bahas ya. Tapi kalau kita baca beberapa penelitian di luar negeri, bahwa memang tidak ada korelasi langsung antara masuk pagi dengan capaian akademik, pertumbuhan sosial, ekonomi. Tapi di luar negeri, di Indonesia kita kaji," pungkasnya.