Pertemuan pertamanya dengan Presiden Soekarno terjadi pada tahun 1963, ketika Yurike Sanger masih duduk di bangku SMA dan aktif dalam organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika, yang bertugas menyambut tamu internasional dalam acara kenegaraan.
Saat Yurike Sanger bertugas menyambut tamu agung dari Soviet dan memakai baju kebaya Jawa, Soekarno sebagai Presiden RI sempat duduk disampingnya dan menyapanya secara langsung.
Baca Juga: Timnas U23 Indonesia Bersiap dan Jalani Latihan Perdana Untuk Persiapan SEA Games 2025
Setelah pertemuan itu, keduanya semakin sering berinteraksi dalam berbagai kegiatan dan tumbuh perasaan yang berbeda, hingga akhirnya mereka menikah pada 6 Agustus 1964.
Ketika menikah, Yurike Sanger berusia 19 tahun, sementara Presiden Soekarno berumur 64 tahun. Pernikahan tersebut membuatnya resmi menjadi istri ke-7 sang proklamator. Pada masa itu, ia juga memutuskan pindah agama menjadi seorang mualaf.