JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Kabar kedukaan almarhumah Yurike Sanger, istri ke-7 Presiden RI ke-1 Almarhum Ir. Soekarno akan tiba ditanah air Indonesia Bandara Soekarno - Hatta, Minggu (5/20/2025) pukul 15.45. Jenazah akan langsung dibawa dan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, pada Minggu (5/10/2025) dilakukan ibadah perkabungan umum dan keluarga pada pukul 19.00 WIB hingga selesai dan akan dilayani oleh Pdt. Ketty Sanger.

Kemudian pada Senin (6/10/2025) akan dilaksanakan ibadah tutup peti dan pemberangkatan pada pukul 10.00 - 12.00 WIB, serta ibadah pemakaman pukul 13.00 - 14.00 WIB akan dilayani oleh GMS. Lalu jenazah akan dimakamkan di Tanah Kusir Blok Khusus Pahlawan dan Perintis Bled 5, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Menkomdigi Saksikan Pengukuhan PWI Persatuan, Tegaskan Dukungan pada Kebebasan Pers

Diketahui sebelumnya, Yurike Sanger dikabarkan telah meninggal dunia di Rumah Sakit San Gorgonio Memorial, California, Amerika Serikat, Rabu (17/9/2025) pukul 19.15 waktu setempat.

Kabar duka tersebut disampaikan putranya, Yudhi Sanger, melalui unggahan di akun Instagram pribadi. “Selamat jalan Mama tercinta. Yudhi yang akan jaga Mama di sana ya,” tulis Yudhi dalam akun IG pribadinya.

Sementara itu, anak dari Yurike Sanger itu juga menyebutkan, Yurike akan dibawa ke rumah duka di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan jadwal yang akan diumumkan kemudian. 

Baca Juga: Rakernas PERBATI 2024: “Solidaritas, Sinergitas, Prestasi Berkualitas” Jadi Kunci Kebangkitan Tinju Indonesia

Yurike Sanger telah wafat pada usia 81 tahun, setelah sebelumnya sempat dikabarkan mengidap kanker payudara. Yurike Sanger merupakan perempuan kelahiran Poso, Sulawesi Tengah 22 Mei 1945 dari keluarga berdarah campuran Jerman dan Manado.

Pertemuan pertamanya dengan Presiden Soekarno terjadi pada tahun 1963, ketika Yurike Sanger masih duduk di bangku SMA dan aktif dalam organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika, yang bertugas menyambut tamu internasional dalam acara kenegaraan.

Saat Yurike Sanger bertugas menyambut tamu agung dari Soviet dan memakai baju kebaya Jawa, Soekarno sebagai Presiden RI sempat duduk disampingnya dan menyapanya secara langsung.

Baca Juga: Timnas U23 Indonesia Bersiap dan Jalani Latihan Perdana Untuk Persiapan SEA Games 2025

Setelah pertemuan itu, keduanya semakin sering berinteraksi dalam berbagai kegiatan dan tumbuh perasaan yang berbeda, hingga akhirnya mereka menikah pada 6 Agustus 1964.

Ketika menikah, Yurike Sanger berusia 19 tahun, sementara Presiden Soekarno berumur 64 tahun. Pernikahan tersebut membuatnya resmi menjadi istri ke-7 sang proklamator. Pada masa itu, ia juga memutuskan pindah agama menjadi seorang mualaf.