“Dari mulai H-7 hari Senen kemaren, sampai H-4 hari kamis jam 12 tadi malam, volume lalu lintas, ada kecenderungan naik. Kalo misalkan kita hitung dari H-7 sampai H-4,” kata Ruddy.
“Mulai dari rata-rata volume kendaraan di Nagreg untuk hari-hari normal, 1 hari itu bisa mencapai 35.000 sampai 38.000. Untuk dari hari Senen kemaren hamin 7 sampai hamin 4 kemaren, hamin 4 berada di posisi 75.000 kendaraan,” tandasnya.
Baca Juga: Pantauan Udara Irwasum Polri Ungkap Titik Rawan Arus Mudik Lebaran 2025
Meski demikian, Ruddy mengungkapkan bahwa volume arus mudik 2025 yang melewati jalur Arteri Nagreg mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan karena masa cuti bersama antara lembaga pendidikan dengan perusahaan cukup berbeda.
“Jika kita bandingkan volume lalu lintas arus mudik dari arah barat menuju timur, baik itu arah garut, ataupun arah tasik, volume lalu lintas dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan," bebernya.
"Prosentasenya setiap harinya bisa mencapai 15 sampai 20 persen penurunannya. Jadi belum ada peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun 2024 lalu,” ungkap Ruddy.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada masa puncak arus mudik di Jalur Nagreg tersebut. Ruddy menyebut pihaknya bekerjasama dengan kepolisian akan melakukan rekayasa lalulintas berupa buka tutup jalur atau one way.
Baca Juga: DPRD Bogor Kawal Persiapan Mudik, Sastra Winara: Pastikan Kenyamanan dan Kelancaran Pemudik
One Way tersebut akan dilakukan khususnya di titik yang dianggap biasa menjadi jantung kemacetan yaitu Ruas Jalan Cagak atau persimpangan Nagreg yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya," katanya.