BOGOR, CEKLISSATU – DPRD Kota Bogor menyoroti banjir yang terjadi di Underpass Jalan Sholeh Iskandar pada Sabtu 5 Oktober 2024 kemarin.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy mengatakan banjir di Underpass Jalan Sholeh Iskandar itu harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Bogor untuk memperbaiki sistem drainase.
Dia mengatakan, meski Jalan Sholeh Iskandar kewenangan pemerintah pusat, namun Pemkot Bogor harus menjemput bola membuat kajian terkait permasalahan drainase.
Baca Juga : Bawaslu Jabar Beberkan 27 Pelanggaran Selama Masa Kampanye Pilkada
Kajian tersebut, lanjutnya, disampaikan kepada PUPR pusat dan Provinsi, sehingga perbaikan sistem drainse bisa berjalan dengan simultan, antara jalan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemkot Bogor.
Sebab, dari laporan yang ia terima, banjir yang menggenang di ruas-ruas jalan kemarin, tersebar hampir diseluruh jalan yang ada di Kota bogor.
Bahkan hal tersebut menyebabkan jalanan di Kota Bogor hampir lumpuh total selama lebih dari 3 jam.
Baca Juga : IDI Kota Bogor Terkait Dokter Rayendra di Pilakda Bogor: Kami Turut Mendoakan
Ia pun tidak ingin harus ada korban jiwa lagi yang jatuh karena buruknya sistem drainase di Kota Bogor.
“Jangan sampai ada korban jiwa lagi intinya. Beberapa tahun lalu sudah ada korban, itu harusnya jadi bahan evaluasi,” kata dia, Minggu6 Oktober 2024.
“Jadi Pemkot harus jemput bola dan mengantar bolanya ke pusat dan provinsi,” tegasnya.
Ia pun meminta kepada Dinas PUPR Kota Bogor agar bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, melalukan pengecekan terhadap drainase yang ada di Kota Bogor.
“Pembahasan evaluasi dan monitoring akan dilakukan lebih detail di Komisi III DPRD Kota Bogor. Ini akan menjadi fokus utama kita dalam beberapa waktu mendatang karena berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan tinggi akan terus terjadi sampai akhir tahun,” tutupnya.
Untuk diketahui, penangnan banjir yang terjadi di Underpass Jalan Sholeh Iskandar dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan menggunakan mesin penyedot air pada Sabtu malam.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan DPKP Kota Bogor M. Ade Nugraha menyebutkan kondisi ini baru pertama kali terjadi.
Diperkirakan banjir terjadi akibat sistem drainase yang kurang baik.