MALUKU TENGAH, CEKLISSATU.COM -- Di wilayah pesisir Maluku, gempa bumi sudah menjadi bagian dari realitas yang terus membayangi kehidupan masyarakat. Kesadaran akan risiko inilah yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk menghadirkan teknologi peringatan dini langsung ke tengah warga.
 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah. 

Teknologi ini dirancang guna membantu masyarakat menerima peringatan dini gempa secara cepat, sehingga memiliki waktu untuk merespons dan mengurangi risiko bencana.

Baca Juga: Penanggulangan Bencana Jadi Catatan Akhir Tahun, Fahira Idris Sampaikan Sejumlah Rekomendasi
 
Dalam kolaborasi ini, FMIPA UI berperan sebagai perguruan tinggi pendamping melalui dosen Program Studi Geofisika dan Geologi, Dr. Eng. Supriyanto. 

Selain memberikan dukungan teknis, FMIPA UI juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar teknologi yang dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal.

FMIPA UI 2.webp
KOLABORASI: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah.


 
“Pemasangan EWAS ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk keselamatan masyarakat,” ucap Supriyanto.

Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta Bakal Dihiasi Atraksi Drone
 
EWAS merupakan sistem deteksi otomatis yang mampu memberikan peringatan dini gempa dalam waktu singkat. 

"Keberadaan sistem ini akan efektif apabila diiringi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja dan respons yang tepat ketika peringatan muncul," terangnya.

Kegiatan pemasangan EWAS tersebut dilaksanakan pada 10–16 November 2025 dan mencakup dua wilayah pesisir, yakni Negeri Waai dan Pulau Nusalaut. Masing-masing lokasi dipasangi tiga unit EWAS sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana berbasis teknologi.

Baca Juga: Polri Kirim Logistik Lewat Udara ke Palambayan, Dukung Penanggulangan Banjir Sumatera Barat
 
Kegiatan ini terintegrasi dalam dua program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Program pertama adalah Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) UKIM di Pulau Nusalaut yang diketuai oleh Vanny Leutualy. 

Sementara program kedua merupakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 dengan fokus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan desa pesisir tangguh bencana di Negeri Waai, yang diketuai oleh Joanna Cristy Patty.

Baca Juga: Merawat Asa di Tengah Krisis, UI Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih dan Pangan di Aceh Tamiang
 
Lebih dari sekadar pemasangan alat, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. 

Tim FMIPA UI memberikan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkan sistem EWAS secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari teknologi itu sendiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya," terangnya. 

Baca Juga: UI Pastikan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Tetap Bisa Kuliah, 11 di Antaranya Prioritas Penerima Manfaat

"Sehingga, kami tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih tanggap terhadap bencana dengan mengoperasikan EWAS ini,” tambah Supriyanto.
 
Pendampingan kolaboratif yang dilakukan mencakup pengembangan ide teknologi, perancangan program pemberdayaan masyarakat, penyusunan proposal, perencanaan keuangan, pemenuhan luaran kegiatan, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.
 
Dekan Fakultas Kesehatan UKIM Ambon, Ns. Dene F. Sumah menilai, sinergi antar-perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga: Perkumpulan Perwira TNI/Polri Putra Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
 
“Kolaborasi ini sangat berarti bagi penguatan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat pesisir,” ujarnya. 

Kehadiran EWAS di Negeri Waai dan Pulau Nusalaut menjadi langkah konkret FMIPA UI dan UKIM dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa. 

Dari kampus ke pesisir, teknologi hadir sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan bersama.