BOGOR, CEKLISSATU - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengungkap kasus DBD tertinggi di wilayahnya menimpa masyarakat usia produktif.

Adang menjelaskan, selain karena Kabupaten Bogor yang masuk dalam wilayah rentan DBD, potensi penyakit itu semakin besar menimpa karena mobilitas masyarakat usia produktif tersebut.

"Karena memang kita daerah risiko DBD ya. Apalagi jika DKI Jakarta (kasus DBD) naik, pasti naik juga di kita, itu risiko dari tingkat mobilitas. Dan itu kebanyakan menimpa usia produktif," jelas Adang, Kamis 30 November 2023.

Baca Juga : Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Puncak Bogor, Ada Korban Luka

Sepanjang 2023 ini, Dinkes mencatat sebanyak 1.555 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, tercatat 4 orang di antaranya meninggal dunia.

Adang mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Terus terapkan pola hidup bersih dan sehat. Ini jadi kunci agar ketahananan tubuh tetap terjaga," kata Adang.