JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Catat nih! Dalam waktu dekat kereta wisata KA Jakalalana yang menghubungkan, Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur akan segera beroperasi. Disebut-sebut kereta wisata ini akan mulai diluncurkan pada 14 Desember 2025.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat dan PT KAI telah sepakat kerja sama sebagai landasan berbagai pengembangan layanan perkeretaapian.

Kerja sama ini juga sebagai komitmen menjalankan berbagai pengembangan transportasi rel di kawasan itu.

Baca Juga: ISSI Kabupaten Bogor Andalkan 21 Atlet Binaan pada BK Porprov Jabar 2025 di Bekasi

Proses penandatanganan berlangsung di atas Kereta Inspeksi (KAIS) saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan perjalanan dari Purwakarta menuju Stasiun Gambir. 

“MoU yang sudah kita buat, Insya Allah terealisasi,” ucap Dedi Mulyadi.

Sementara itu, pada video yang diunggah melalui akun Instagram @kangdedimulyadi, terdapat lima poin kerja sama yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: DPRD Jabar Kritik Pagar Gedung Sate Rp3,9 Miliar, Boros dan Tak Sesuia Sejarah, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

Di antaranya, MoU pengoperasian kereta pariwisata KA Jakalalana yang melintasi Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Disebutkan bahwa kereta wisata ini dijadwalkan diluncurkan pada 14 Desember 2025.

Namun begitu, hingga berita ini dimuat belum ada informasi resmi dari KAI terkait harga tiket, jadwal perjalanan, maupun daftar stasiun pemberhentian. 

Dedi Mulyadi mengatakan, pembiayaan untuk program ini berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Selain itu, MoU juga mencakup pengembangan layanan jarak jauh berkecepatan lebih tinggi. 

Baca Juga: DPRD Jabar Setujui 15 Raperda Usulan Dedi Mulyadi, Di Antaranya Raperda Penggunaan Sumber Daya Air Permukaan

“Yang dibiayai oleh pemerintah daerah adalah kereta kilat Pajajaran, itu menghubungkan Jakarta sampai Banjar dengan waktu tempuh tiga jam,” terangnya.

Pemprov Jabar juga menyiapkan lokomotif dan gerbong khusus untuk pengangkutan hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta–Cirebon, Jakarta–Tasikmalaya, serta Jakarta–Banjar. Untuk rute Jakarta–Bandung, ditargetkan waktu tempuh hanya 90 menit. 

Dedi Mulyadi menyebutkan, anggaran yang disiapkan untuk proyek kereta kilat mencapai Rp8 triliun, yang kini masih dalam proses penyusunan detail engineering design (DED). 

“Nah itu akan menjadi fokus prioritas kita, selain itu juga ada kereta barang pengangkut hasil pertanian dan hasil peternakan,” pungkasnya.