"Inilah kita akan terus mengedukasi kepada seluruh pekerja yang ada di TVRI. Termasuk di kegiatan hari ini, bagian dari sosialisasi kami, sehingga mereka memahami manfaat program dan akan terlindungi program ini," ucap Deny Yusyulian.
Baca Juga: Bukti Perlindungan Nyata: BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan kepada PMI Meninggal Dunia
Selain itu lanjut Deny Yusyulian, langkah ke depan dimungkinkan ada juga untuk kontributor, freelance, dan akan disosialisasikan terlebih dahulu tentang program BPJS Ketenagakerjaan.
"Kalau untuk kontributor dan freelance ini karena mereka dapat penghasilannya berdasarkan hasil yang mereka lakukan, itu kategorinya dalam pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Untuk mereka ikut tiga program, yakni Kecelakaan Kerja, JHT dengan menabung Rp36.800 dan manfaatkan kecelakaan kerja serta kematian," bebernya.
"Risiko itu tidak akan pernah ada yang tahu kapan terjadi. Tadi saya sampaikan ke Bu Wulan terkait risiko itu, karena mereka kan kerjanya di TVRI," tambahnya.
Hal itu lah yang nantinya akan terus dikawal BPJS Ketenagakerjaan, agar kemanfaatan program diketahui dan mereka mendaftar menjadi peserta.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Umumkan Pramudya Iriawan Buntoro Sebagai Direktur Utama Baru
Sementara itu, terkait target non ASN di tahun ini, Deny Yusyulian menyebutkan, kalau di kementerian dan lembaga itu masih ada beberapa yang belum sepenuhnya mendaftarkan seluruh non ASN. Seperti BPR/ATR. Jadi kalau secara angka besarnya belum diketahui secara lengkap.
"Tapi kalau kisaran nya mungkin ada sekitar 2 ribu yang belum terlindungi program ini," pungkasnya.