JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan untuk Non ASN di lingkungan LPP TVRI, berlangsung di Kantor Pusat LPP TVRI Gedung GPO Lantai 12, Jalan Gerbang Pemuda Kecamatan Tanah Abang, Jakarta , Senin (14/07/2025).

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian, Kepala Kantor Cabang Jakarta Mampang, Noviana Kartika Setyaningtyas, Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, Retno Wulan K. Purbodjati.

Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian menyebutkan, selain sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan dilakukan juga penyerahan santunan klaim meninggal dunia karena sakit untuk driver yang ada di TVRI.

"Kebetulan penyerahan dilakukan oleh Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, ibu Wulan kepada ahli waris (ibu Dede) sebesar Rp220.990.568," ungkap Deny Yusyulian kepada Ceklissatu.com, pada Senin (14/07/2025).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemkab Bogor Berikan Perlindungan Marbot Masjid, Targetkan 3.581 di 40 Kecamatan

Deny Yusyulian mengatakan, penyerahan tersebut terdiri dari santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) yang akan diterima secara berkala setiap bulannya, dan ada beasiswa untuk doa orang anak ahli waris.

"Kebetulan Bu Dede punya dua orang anak. Yang satu mau masuk TK, dan satu lagi SMP Kelas 2. Artinya kami menanggung sampai dengan lulus perguruan tinggi," terangnya.

Disebutkan juga bahwa non ASN yang belum tercover masih ada sekitar 1.300-an yang belum menjadi peserta. 

"Inilah kita akan terus mengedukasi kepada seluruh pekerja yang ada di TVRI. Termasuk di kegiatan hari ini, bagian dari sosialisasi kami, sehingga mereka memahami manfaat program dan akan terlindungi program ini," ucap Deny Yusyulian.

Baca Juga: Bukti Perlindungan Nyata: BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan kepada PMI Meninggal Dunia

Selain itu lanjut Deny Yusyulian, langkah ke depan dimungkinkan ada juga untuk kontributor, freelance, dan akan disosialisasikan terlebih dahulu tentang program BPJS Ketenagakerjaan.

"Kalau untuk kontributor dan freelance ini karena mereka dapat penghasilannya berdasarkan hasil yang mereka lakukan, itu kategorinya dalam pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Untuk mereka ikut tiga program, yakni Kecelakaan Kerja, JHT dengan menabung Rp36.800 dan manfaatkan kecelakaan kerja serta kematian," bebernya.

"Risiko itu tidak akan pernah ada yang tahu kapan terjadi. Tadi saya sampaikan ke Bu Wulan terkait risiko itu, karena mereka kan kerjanya di TVRI," tambahnya.

IMG_20250714_140455.webp
SOSIALISASI: BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan untuk Non ASN di lingkungan LPP TVRI, berlangsung di Kantor Pusat LPP TVRI Gedung GPO Lantai 12, Jalan Gerbang Pemuda Kecamatan Tanah Abang, Jakarta , Senin (14/07/2025). FOTO: M. AGUNG/CEKLISSATU.COM

Hal itu lah yang nantinya akan terus dikawal BPJS Ketenagakerjaan, agar kemanfaatan program diketahui dan mereka mendaftar menjadi peserta.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Umumkan Pramudya Iriawan Buntoro Sebagai Direktur Utama Baru

Sementara itu, terkait target non ASN di tahun ini, Deny Yusyulian menyebutkan, kalau di kementerian dan lembaga itu masih ada beberapa yang belum sepenuhnya mendaftarkan seluruh non ASN. Seperti BPR/ATR. Jadi kalau secara angka besarnya belum diketahui secara lengkap.

"Tapi kalau kisaran nya mungkin ada sekitar 2 ribu yang belum terlindungi program ini," pungkasnya.