JAKARTA, CEKLISSATU – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti persoalan banjir yang melanda Jakarta dan Bogor, yang kerap terjadi saat musim hujan.
Salah satu penyebab banjir itu, kata Dedi Mulyadi, selain curah hujan, juga karena adanya perubahan tata ruang di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Dedi Mulyadi mengatakan, berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan, terjadi kerusakan lingkungan akibat alih fungsi tata ruang di Puncak yang mengubah kawasan resapan air menjadi lokasi wisata dan permukiman.
Baca Juga: Ratusan RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi
"Perubahan tata ruangnya adalah daerah-daerah yang dianggap rawan bencana yang seharusnya menjadi resapan air diubah menjadi kawasan pariwisata, kawasan pemukiman sehingga potensi bencana sangat terjadi," katanya dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Senin (7/7/2025).
Dedi Mulyadi pun menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen akan mengembalikan fungsi awal tata ruang di Kawasan Puncak.
Menurutnya, jika tidak segera dilakukan berpotensi menyebabkan bencana alam bagi wilayah Bogor dan sekitarnya.
"Jadi di daerah Megamendung, di daerah Bogor Intinya diselesaikan nanti Jakarta selesai. Kalau Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai," katanya.