JAKARTA,CEKLISSATU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana untuk menyebarkan nyamuk Wolbachia secara nasional jika penyebarannya di lima kota berhasil mengurangi kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Lima kota tersebut adalah Jakarta Barat (DKI Jakarta), Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengungkapkan bahwa penyebaran nyamuk Wolbachia telah dilakukan di Bontang, Kupang, dan Semarang.

"Tinggal Bandung dan Jakarta Barat dalam waktu dekat. Program ini sangat baik. Kami akan lanjutkan program ini, mudah-mudahan lima kota ini, ya akan kita evaluasi, berhasil dan akan kita lakukan tentu secara nasional," kata Maxi dalam media briefing secara daring, Jumat, 24 November 2023.

Ia menuturkan program ini telah masuk ke dalam Strategi Nasional (Stranas). Hal ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari WHO, penelitian alamiah, dan keberhasilan yang dicapai oleh negara-negara lain.

Menurutnya, sudah ada 14 negara yang menggunakan metode penyebaran nyamuk Wolbachia untuk mengurangi angka penyakit DBD. Namun, ia tidak mengungkapkan nama-nama negara tersebut.

"Program ini kami sangat yakin bahwa penanggulangan DBD yang sudah lama di negara kita, negara tropis harus ada cara lain secara inovasi yang harus kita tempuh seperti program nyamuk berwolbachia ditambah dengan program vaksinasi," ujarnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan penyebaran nyamuk Wolbachia akan dilakukan di lima kota sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 tentang Pelaksanaan Proyek Pilot Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi dalam Penanggulangan Dengue.

Teknologi penyebaran nyamuk Wolbachia diyakini dapat menghentikan penyebaran virus dengue di dalam tubuh nyamuk aedes aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke manusia.