JAKARTA, CEKLISSATU - Sebanyak 3,2 miliar data yang diklaim dari aplikasi Peduli Lindungi ditawarkan akun ”Bjorka” di breach forum. Data tersebut ditawarkan seharga 100.000 dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,55 miliar dalam bentuk bitcoin.
Dalam unggahan berjudul ”Indonesia Covid-19 App Peduli Lindungi 3,2 Billion” pada Kamis 17 November 2022, akun Bjorka menyatakan ia memiliki 3.250.144.777 data.
Data itu mencakup nama, alamat surel, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, tanggal lahir, identitas perangkat, status Covid-19, riwayat cek, riwayat kontak, hingga vaksinasi.
Adapun, data tersebut telah terkompresi dengan muatan 48 Gigabyte. Tak hanya itu, Bjorka juga menyediakan data yang belum terkompresi dengan total muatan 157 Gigabyte.
Bjorka pun turut mengunggah sampel bocoran data yang telah ia ambil dari aplikasi PeduliLindungi tersebut.
Baca Juga : Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Hacker Bjorka Sebar Data Pribadi Menpora
Sampel bocoran data tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu kategori data pengguna sebanyak 94 juta, data vaksinasi sebanyak 209 juta, data riwayat pelacakan kontak sebanyak 1,5 miliar dan kategori-kategori lainnya.
"The sample data shown also includes data belonging to Johnny G Plate, Luhut Binsar Pandjaitan, and Deddy Corbuzier (Data sampel yang ditampilkan juga termasuk data milik Johnny G Plate, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Deddy Corbuzier),” ujarnya.
Dalam akun Breach Forums tersebut, Bjorka pun turut memberikan pesan kepada orang-orang yang tertarik untuk membeli data PeduliLindungi dari dirinya.
"If you want to buy my database, just PM me on BG or contact me on Telegram with the following format: 'I want to buy data (data me)' (Jika kamu ingin data dari saya, kontak saya melalui Breach Forums atau Telegram dengan mengikuti format: Saya mau beli data)," ucapnya.
"Use English because BF is an international forum, stop using your local language (Pakai Bahasa Inggris, karena Breach Forums merupakan forum internasional, hentikan menggunakan Bahasa lokal)," tuturnya.
Sebelumnya, Bjorka juga telah membocorkan data yang diduga berasal dari aplikasi MyPertamina milik PT Pertamina (Persero) dengan mematok harga sebesar USD 25 ribu atau setara dengan Rp392 juta.