JAKARTA, CEKLISSATU.COM – Kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur atau dikenal sebagai Bruxism kerap dianggap sepele.
Padahal, kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur bisa berdampak serius pada kesehatan gigi, kualitas tidur, hingga kondisi emosional seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.
Dalam dunia medis, kondisi Bruxism terbagi menjadi dua jenis, yakni bruxism saat tidur dan bruxism saat terjaga. Namun, yang paling sulit dideteksi adalah yang terjadi saat tidur karena penderitanya tidak menyadarinya.
Penyebab sering menggeretakkan gigi saat tidur:
● Stres dan kecemasan
Tekanan emosional menjadi pemicu utama. Saat seseorang mengalami stres, tubuh bisa “melampiaskan” ketegangan melalui aktivitas otot, termasuk menggertakkan gigi saat tidur.
● Gangguan tidur
Bruxism sering dikaitkan dengan gangguan seperti Sleep Apnea, yang menyebabkan kualitas tidur terganggu.
● Struktur gigi yang tidak rata
Posisi gigi atau rahang yang tidak sejajar bisa memicu gesekan saat tidur.
● Gaya hidup
Konsumsi kafein berlebih, alkohol, hingga kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko.
● Efek samping obat
Beberapa obat, terutama yang memengaruhi sistem saraf, dapat memicu bruxism.
Baca Juga: 4 Cara Eektif Atasi Sakit Gigi Berlubang Tanpa Obat
Dampak pada Kesehatan
Jika dibiarkan, kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti:
• Gigi aus atau retak
• Nyeri rahang dan sakit kepala
• Gangguan pada sendi rahang
• Kualitas tidur menurun
Baca Juga: Stres Tak Bisa Dihindari, Ini 7 Cara Sederhana Menenangkan Pikiran dan Menjaga Kesehatan
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga bisa memicu gangguan pada Temporomandibular Joint Disorder (TMJ), yang membuat aktivitas mengunyah dan berbicara menjadi tidak nyaman.
Pengaruh terhadap Emosi dan Mental
Bruxism tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi mental.
Para ahli menyebutkan bahwa kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur sering menjadi indikator adanya stres kronis, kecemasan, atau tekanan emosional yang belum terselesaikan.
Kurang tidur akibat bruxism juga dapat memperburuk suasana hati, meningkatkan iritabilitas, serta menurunkan kemampuan konsentrasi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan berhubungan dengan gangguan kecemasan dan depresi ringan.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Olahraga Pound Fit, Salah Satu Alternatif Terapi Stres
Cara Mengatasi Bruxism
Penanganan bruxism bergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa metode yang umum direkomendasikan oleh pakar kesehatan:
● Menggunakan pelindung gigi (mouth guard)
Alat ini digunakan saat tidur untuk melindungi gigi dari gesekan.
● Manajemen stres
Teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga, atau terapi psikologis dapat membantu mengurangi pemicu utama.
● Perbaikan pola tidur
Tidur cukup dan berkualitas sangat penting untuk mengurangi risiko bruxism.
● Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
Terutama menjelang waktu tidur.
● Perawatan medis atau terapi gigi
Dalam kasus tertentu, dokter gigi dapat melakukan penyesuaian struktur gigi atau memberikan terapi khusus.