Kesenjangan ini bukan sekadar masalah angka. Pendidikan dasar dan menengah adalah fondasi untuk pendidikan tinggi dan kesuksesan di masa dewasa. Data menunjukkan bahwa performa di kelas 12 bada saat menempuh bangku sekolah sangat prediktif terhadap pendaftaran, ketahanan, dan kelulusan di perguruan tinggi. Dan kelulusan perguruan tinggi, pada gilirannya, berkorelasi dengan upah yang lebih baik, tingkat pekerjaan yang lebih tinggi, dan prospek pembentukan rumah tangga yang lebih kuat. Perkembangan akademis anak laki-laki yang lebih rendah dibandingkan anak perempuan adalah masalah nyata yang telah terlihat di berbagai negara dan dari berbagai tingkat pendidikan. Ini bukan karena anak laki-laki cenderung kurang pintar, melainkan terdapat perbedaan kognitif antara jenis kelamin pada usia perkembangan ternyata kecil dan sering tumpang tindih. Sebaliknya, masalahnya terletak pada interaksi kompleks antara norma sosial, ekspektasi gender, kemiskinan, dan praktik sekolah yang tidak responsif gender.

Sumber: UNESCO.COM , kompas.com , tentanganak.com

Ade Pramitha