BOGOR, CEKLISSATU - Mengatakan "tidak" kepada orang lain masih menjadi hal yang sulit dilakukan oleh sebagian orang. Keinginan untuk menjaga hubungan, takut mengecewakan, atau khawatir dianggap tidak peduli sering kali membuat seseorang menerima permintaan meski sebenarnya tidak memiliki waktu, tenaga, atau kemampuan untuk memenuhinya.
Psikolog menilai bahwa kemampuan menetapkan batasan (boundaries) merupakan bagian penting dari kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sehat. Menolak sebuah permintaan bukan berarti seseorang bersikap egois, melainkan menunjukkan kemampuan mengenali batas kemampuan diri sekaligus menghargai kebutuhan pribadi.
Berdasarkan penjelasan American Psychological Association, menetapkan batasan yang sehat dapat membantu mengurangi stres, mencegah kelelahan emosional (burnout), serta membangun hubungan yang lebih jujur dan saling menghormati.
Baca Juga: DPR Desak Penanganan Hukum Kasus Penjual Es Gabus Usai Tuduhan Tak Terbukti, Abdullah: Cederai Rasa Keadilan
Berikut beberapa cara menolak permintaan orang lain dengan sopan tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
1. Sampaikan Penolakan dengan Jujur dan Langsung
Saat menerima permintaan yang tidak dapat dipenuhi, sebaiknya sampaikan penolakan secara langsung tanpa berbelit-belit. Kalimat yang sederhana seperti, "Terima kasih sudah mengajak saya, tetapi kali ini saya belum bisa membantu," umumnya sudah cukup untuk menunjukkan penolakan dengan tetap menghargai lawan bicara.
Psikolog menjelaskan bahwa penolakan yang jelas justru mengurangi risiko munculnya harapan yang keliru dibandingkan memberikan jawaban yang menggantung.
2. Berikan Alasan Secukupnya
Memberikan alasan dapat membantu lawan bicara memahami situasi yang dihadapi. Namun, alasan tersebut tidak perlu terlalu panjang atau bersifat sangat pribadi.