JAKARTA, CEKLISSATU – Para Menteri luar negeri aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO), termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, mengadakan pertemuan di Bucharest pada Selasa 29 November 2022.

Pertemuan diadakan selama 2 hari ini membahas upaya memperkuat militer Ukraina di tengah invasi Rusia.

"Kami membutuhkan pertahanan udara, IRIS, Hawks, Patriots dan kami membutuhkan transformer (untuk kebutuhan energi kami). Singkatnya, patriot dan transformer adalah yang paling dibutuhkan Ukraina," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba kepada wartawan di sela-sela pertemuan NATO.

Baca Juga : Pentagon Pertimbangkan Tawaran Boeing Soal Bom untuk Ukraina

Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Eropa mengatakan, para menteri akan fokus dalam pembicaraan pengiriman bantuan seperti bahan bakar, pasokan medis dan peralatan musim dingin, serta bantuan militer.  

Washington akan mengalokasikan anggaran sebesar 53 juta dolar AS untuk membeli peralatan jaringan listrik.

Dimana, serangan Rusia telah merusak transmisi listrik dan infrastruktur pemanas Ukraina sejak Oktober. Serangan ini membuat pasokan listrik di Ukraina terganggu. 

Warga Ukraina harus menghadapi pemadaman listrik di tengah suhu yang mencapai titik beku dan salju mulai turun.

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan NATO, agar tidak memberikan sistem pertahanan rudal Patriot kepada Ukraina. Dia juga menyebut NATO sebagai "entitas kriminal" karena mengirimkan senjata ke Ukraina.