KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak ingin menyerah meski permohonan subsidi operasional Biskita Transpakuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ditolak. Sebagai langkah strategis, Pemkot Bogor akan kembali mengajukan permohonan dengan skema pembiayaan berbeda sambil menyiapkan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggunakan skema paralel. Subsidi akan diajukan kembali ke pemerintah pusat, sementara operasional Biskita tetap berjalan dengan dukungan APBD.
"Pemkot sudah menyiapkan skema pembiayaan menggunakan APBD senilai Rp10 miliar untuk dua koridor, meskipun kebutuhan total untuk empat koridor mencapai sekitar Rp58 miliar," jelas Marse, Senin (13/1).
Menurutnya, surat permohonan subsidi akan dikirim pada Selasa (14/1) untuk mencegah penghentian operasional Biskita yang dijadwalkan akhir Januari 2025. Skema APBD diharapkan dapat menjaga layanan Biskita tetap tersedia bagi masyarakat sambil menunggu keputusan subsidi dari pemerintah pusat.